Uluran Tangan Prajurit TNI Menguatkan Lansia Terdampak Bencana
- 29 Sep 2026 17:53 WIB
- Padang
RRI, CO.ID, Padang - Gemuruh air bah yang mendadak menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, meninggalkan jejak kelam yang berat. Hamparan lumpur tebal, kayu-kayu tumbang, dan gumpalan material menyisakan trauma di mata warga.
Diantara reruntuhan dinding rumah yang basah dan keheningan pascabencana, kelompok paling rentan yakni para lanjut usia menjadi pihak yang paling terguncang. Langkah mereka yang tak lagi lincah membuat genangan air dan lumpur pekat terasa bagai benteng yang mengurung harapan.
Di tengah situasi penuh tekanan itulah kepedulian mewujud secara nyata. Tanpa sekat seragam, Kapenrem 032/Wirabraja, Mayor Inf Yandra menyusuri sudut-sudut permukiman yang terisolasi lumpur. Ia tidak sekadar berdiri memantau, melainkan merengkuh langsung para lansia yang linglung dan kedinginan.
Momen-momen humanis tercipta di lapangan. Dengan kehati-hatian seorang anak menjaga orang tuanya, Mayor Yandra menuntun nenek dan kakek menyeberangi genangan licin, memapah tubuh-tubuh yang gemetar, hingga menggendong mereka yang tak sanggup lagi melangkah menuju posko medis dan area evakuasi yang lebih aman.
Bagi warga yang kehilangan harta benda dalam hitungan menit, bisikan ketenangan, papahan lembut, dan sapaan hangat prajurit TNI di lokasi bencana menjadi obat penawar rasa takut yang tak ternilai harganya.
Bencana banjir bandang memang meluluhlantakkan infrastruktur Arosuka secara fisik. Namun, kehadiran personel TNI di tapak-tapak lumpur membuktikan masyarakat tidak dibiarkan berjuang sendirian.
"Rasa aman tidak hanya hadir lewat bantuan logistik yang diturunkan, tetapi dari sentuhan fisik dan empati langsung di lapangan. Para lansia membutuhkan kepastian bahwa mereka dilindungi," ujar Mayor Inf Yandra kepada RRI, Selasa, 29 September 2026.
Di balik wajah-wajah berhias lumpur, semangat untuk bangkit perlahan tumbuh. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, relawan, dan warga lokal yang saling bahu-membahu menunjukkan bahwa doktrin "Manunggal dengan Rakyat" bukan sekadar slogan di papan imbauan, melainkan napas kemanusiaan yang berdetak nyata saat rakyat berada di titik terendah. Di Arosuka, di antara lumpur yang belum mengering, harapan itu dibangkitkan kembali lewat kepedulian yang konkret.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....