Mahasiswa UNP Kembangkan Riset Menghitung Cadangan Karbon Perhutanan Sosial
- 09 Agt 2026 21:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Sijunjung – Di balik rimbunnya Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, tersimpan semangat kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah nagari, dan pengelola hutan dalam menjaga kelestarian alam. Semangat tersebut menjadi dasar penelitian yang dilakukan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Padang (UNP) yang kini telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan penelitian di kawasan perhutanan sosial Tanjung Bonai Aur tersebut.
Penelitian yang mengangkat judul "Penguatan Perhutanan Sosial Melalui Pendekatan Sosial Ekologis untuk Mendukung Estimasi Cadangan Karbon Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS)" ini tidak hanya bertujuan menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis bagi pengelolaan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur yang lebih berkelanjutan. Selama beberapa bulan pelaksanaan penelitian, tim mengintegrasikan pendekatan sosial dan ekologis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kawasan hutan, kelembagaan lokal, hingga potensi cadangan karbon yang dimiliki oleh hutan nagari ini.
Tahapan penelitian ini diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian maksud dan tujuan penelitian kepada stakeholder. Selanjutnya, tim melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pihak, di antaranya Wali Nagari, Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Yayasan KKI Warsi, Dinas Kehutanan, tokoh adat, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan perhutanan sosial.
Selain menggali informasi mengenai kelembagaan, aturan adat, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, tim juga melaksanakan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sebagai bagian dari analisis kuantitatif untuk mengukur persepsi masyarakar nagari terhadap pengelolaan perhutanan sosial.
Tidak hanya itu saja, penelitian juga dilanjutkan dengan pengambilan data ekologis melalui pengukuran vegetasi pada sejumlah plot penelitian di dalam kawasan Perhutanan Sosial. Tim melakukan pengukuran diameter dan tinggi pohon, identifikasi jenis vegetasi, serta pengambilan titik koordinat menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS). Data lapangan tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta kondisi tutupan lahan dan estimasi cadangan karbon kawasan.

Ketua Tim PKM-RSH UNP, Fhazle Maulla Haqani, mengatakan bahwa penelitian ini dirancang agar mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. "Kami ingin penelitian ini tidak berhenti sebagai laporan ilmiah saja. Hasil yang kami peroleh diharapkan mampu menjadi dasar dalam memperkuat pengelolaan perhutanan sosial di Nagari Tanjung Bonai Aur melalui pendekatan yang memadukan aspek sosial, kondisi ekologis, serta pemanfaatan GIS. Oleh sebabnya rekomendasi yang dihasilkan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan hutan," ucap Fhazle.
Keberhasilan penelitian tidak lepas dari keterbukaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga selesainya proses pengambilan data. Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, A.Md. NL.P., menyampaikan apresiasi atas komitmen mahasiswa Universitas Negeri Padang yang telah melaksanakan penelitian di Nagari Tanjung Bonai Aur.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang tidak hanya datang mengambil data, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, memahami kondisi lapangan, serta mencoba menawarkan solusi berdasarkan hasil penelitian. Semoga hasil riset ini menjadi referensi bagi pemerintah nagari dalam memperkuat kebijakan pengelolaan Hutan Nagari dan tentunya semoga hasil perlombaan yang di ikuti oleh adik adik dari UNP bisa memuaskan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Tanjung Bonai Aur, Adam menyatakan bahwa penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya penguatan kelembagaan lokal yang didukung oleh data ilmiah. Sebab, selama ini masyarakat telah menjaga hutan berdasarkan aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun.
"Kehadiran penelitian ini menjadi pelengkap karena mampu mendokumentasikan kondisi hutan secara lengkap dan menggunakan teknologi GIS. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkuat posisi Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur sebagai contoh pengelolaan perhutanan sosial yang berhasil dan berkelanjutan.," tuturnya.

Selama proses penelitian, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana sistem perhutanan sosial dijalankan di tingkat tapak. Tim mengamati mekanisme perlindungan kawasan, bentuk partisipasi masyarakat, implementasi aturan adat, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan upaya konservasi.
Melalui integrasi data sosial, data ekologis, dan analisis spasial berbasis GIS, penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategi penguatan perhutanan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah, pemerintah nagari, LPHN, maupun pihak terkait lainnya dalam mendukung perlindungan hutan, penguatan kelembagaan masyarakat, serta optimalisasi fungsi ekologis kawasan sebagai penyimpan cadangan karbon.
Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Tim PKM RSH UNP terdiri atas Fhazle Maulla Haqani (Ketua), Arif Rahman Putra, Alfirdausy Mayang Lovani,dan Kadariah Sakti, di bawah bimbingan Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd.
Melalui penelitian ini, UNP kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan riset yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pengelola hutan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Penulis: Alfirdausy - Prodi Ilmu Komunikasi, Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....