Prof. Dr. Wesnina: Menghidupkan Motif Tenun Siak dalam Fesyen Urban Generasi Muda
- 21 Jul 2026 16:39 WIB
- Padang
Poin Utama
- Prof. Dr. Wesnina dari UNJ membuktikan motif Tenun Siak dapat diintegrasikan ke dalam busana modern seperti jaket parka dan bomber dengan kualitas estetika tinggi.
- Proses desain yang cermat dengan memperhatikan unsur bentuk, warna, tekstur, komposisi, keseimbangan, dan kesatuan visual menjadi kunci utama kesuksesan integrasi motif tradisional ke busana kontemporer.
- Inovasi ini mematahkan anggapan bahwa motif tradisional hanya cocok dikenakan untuk acara formal atau busana adat, sekaligus membuka peluang pengembangan fashion yang lebih inklusif.
RRI.CO.ID, Padang - Siapa bilang motif tradisional hanya cocok dikenakan untuk acara formal atau busana adat? Prof. Dr. Wesnina, M.Sn., Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mematahkan anggapan tersebut melalui penelitian terbarunya. Ia berhasil mengintegrasikan motif Tenun Siak ke dalam busana modern yang dekat dengan gaya hidup urban, yaitu jaket parka dan jaket bomber.
Langkah inovatif ini membuktikan bahwa ragam hias tradisional dapat diterapkan pada produk kekinian dengan kualitas estetika yang tinggi. Menurut Prof. Wesnina, kunci utamanya terletak pada proses desain yang cermat dalam memperhatikan unsur bentuk, warna, tekstur, komposisi, keseimbangan, serta kesatuan visual.
"Temuan ini membuktikan bahwa motif tradisional tidak harus selalu hadir dalam bentuk lama. Ia dapat bertransformasi, tetapi tetap membawa karakter dan identitas asalnya," ungkapnya.
Riset ini merupakan kelanjutan dari pengembangan yang dilakukan Prof. Wesnina pada periode 2022–2023, di mana ia mengeksplorasi 40 motif digital berbasis ragam hias Nusantara. Proses panjang tersebut melibatkan teknik stilisasi, distorsi bentuk, eksperimen warna, manipulasi skala, hingga pengembangan pola tekstil digital.
Melalui pendekatan ini, stilisasi bukan sekadar menyederhanakan bentuk melainkan proses membaca ulang budaya, sementara distorsi menjadi strategi kreatif untuk menghadirkan makna baru tanpa memutus hubungan dengan akar sejarahnya.
Dari deretan karya tersebut, pemilihan jaket bomber dan jaket parka menjadi titik krusial karena kedua busana ini sangat dekat dengan anak muda dan tren fesyen perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain berbasis budaya dapat diterima dengan sangat baik oleh generasi muda apabila diolah dengan bahasa visual yang relevan dengan kehidupan mereka.
Fenomena ini memberikan pelajaran penting mengenai cara pandang kita terhadap warisan lokal. Generasi muda pada dasarnya tidak pernah menolak budaya; mereka hanya membutuhkan cara baru yang hidup dan dekat dengan pengalaman sehari-hari untuk terhubung dengannya. Pada akhirnya, pelestarian budaya tidak lagi cukup hanya dengan menyimpan benda-benda lama di museum, melainkan tentang bagaimana menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi tersebut dalam bahasa zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....