Ketulusan Aipda Dian Wihendro Merajut Asa di Mushala Al Amin

  • 30 Apr 2026 18:27 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Di balik seragam cokelat yang dikenakan, tersimpan sebuah kepekaan nurani yang melampaui tugas-tugas administratif kepolisian. Aipda Dian Wihendro, sosok Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, kembali menunjukkan pengabdian sejati tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga tentang hadir di tengah kesulitan warga sebagai saudara.

Kali ini, jejak kebaikannya tertanam pada tumpukan material bangunan di Mushala Al Amin, Banuaran. Bukan sekadar mengawasi, Aipda Dian turun langsung memastikan pembangunan rumah ibadah tersebut berjalan lancar. Lebih menyentuh hati, bantuan material yang ia berikan bukan berasal dari anggaran lembaga, melainkan dari saku pribadinya dengan menyisihkan sebagian gaji demi sebuah tempat sujud yang layak bagi warga.

Aksi sosial yang dilakukan Aipda Dian bukanlah pemandangan baru bagi warga Banuaran. Ia dikenal sebagai polisi yang memiliki radar nurani yang tajam terhadap kondisi sosial di wilayah tugasnya.

Suwarto, Ketua RT 04 Banuaran, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan dedikasi Bhabinkamtibmas itu. Kehadiran Aipda Dian telah mengubah persepsi warga tentang sosok polisi.

"Kami benar-benar tidak menyangka. Beliau (Aipda Dian) itu tidak hanya bicara soal aturan, tapi langsung turun tangan. Bahkan kami tahu, beliau rela menyisihkan gajinya sendiri untuk membantu semen dan material mushala kami ini. Kepekaan nuraninya luar biasa. Saat warga bingung soal kekurangan biaya pembangunan, beliau datang membawa solusi," ungkap Suwarto dengan nada suara bergetar pada Selasa, 28 April 2026.

Suwarto menambahkan, sosok Aipda Dian adalah teladan nyata tentang bagaimana seorang abdi negara mencintai rakyatnya.

"Bagi kami di RT 04, beliau bukan lagi sekadar polisi, tapi sudah seperti keluarga. Tidak pernah berhenti membantu sesama. Kami berharap kebaikan ini menjadi ladang amal bagi beliau dan semakin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat di Banuaran," tambahnya.

Apa yang dilakukan Aipda Dian Wihendro adalah pengingat, di balik ketegasan hukum, ada ruang empati yang harus diisi. Menyisihkan gaji pribadi di tengah tuntutan ekonomi saat ini bukanlah perkara mudah, namun baginya, membantu pembangunan Mushala Al Amin adalah panggilan jiwa yang tak bisa ditunda.

Kepekaan nurani yang ia tunjukkan membuktikan bahwa martabat kepolisian justru kian bersinar saat anggotanya mampu menjadi pelayan yang paling tulus bagi masyarakatnya. Di Banuaran, nama Aipda Dian Wihendro kini harum, seharum doa-doa yang nantinya akan dilangitkan dari dalam Mushala Al Amin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....