Tari Tradisional Beradaptasi di Era Digital, Identitas Budaya Tetap Dijaga

  • 28 Apr 2026 17:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh pada 29 April 2026, pelaku seni di Sumatera Barat terus berupaya menjaga eksistensi tari tradisional di tengah perkembangan digital. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pelestarian budaya.

Sanggar Seni Mustika Minang Pariaman memanfaatkan fitur siaran langsung di media sosial untuk menampilkan aktivitas mereka. Kegiatan yang ditayangkan mulai dari proses latihan hingga pertunjukan tari .

Pemilik sanggar, Eka Fitria, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan seni tari Minangkabau kepada masyarakat luas, termasuk perantau. Selain sebagai media promosi, langkah ini juga menjadi alternatif sumber pendapatan bagi sanggar.

Kami melihat di media sosial banyak yang melakukan siaran langsung dan mendapatkan hadiah yang punya nilai, sehingga muncul gagasan untuk menayangkan proses latihan sebagai bagian dari pelestarian kesenian Minangkabau, siapa tahu perantau rindu dengan kampung halamannya,” ujar Fitria, Selasa 28 April 2026.

Di sisi lain, Fitria mengakui minat generasi muda terhadap tari tradisional masih tergolong tidak banyak. Menurutnya banyak anak muda yang lebih memilih aktivitas lain yang dianggap lebih menunjang masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, mengatakan perkembangan digital justru bisa menjadi peluang bagi pelestarian budaya. Menurutnya, inovasi seperti yang dilakukan tidak menjadi masalah selama tidak meninggalkan akar tradisi.

“Digitalisasi tidak bisa kita bendung, tapi bisa kita manfaatkan yang penting tradisinya tetap terjaga. Prinsipnya merawat tradisi, menjaga jati diri,” Ujar Syaiful pada RRI saat ditemui di Gedung Taman Budaya Sumatera Barat .

Pemerintah daerah juga terus mendorong pelaku seni untuk berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Prinsip yang dipegang adalah merawat tradisi dan menjaga jati diri.

Melalui momentum Hari Tari Sedunia, Syaiful berharap seni tari tradisional tetap bertahan di tengah arus modernisasi. Sekaligus semakin dikenal luas oleh generasi muda melalui pemanfaatan teknologi digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....