Perantau di Padang Pilih Serbu Bengkuang di Pinggir Jalan

  • 29 Mar 2026 07:50 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada pemandangan unik di sepanjang bahu jalan Bypass dan kawasan Pasar Raya Padang selama libur Lebaran 1447 H. Puluhan mobil pribadi berplat nomor luar daerah seperti B, BM, BK, hingga F berderet parkir bukan untuk makan besar, melainkan demi satu benda bernama Bengkuang.

Buah yang menjadi ikon Kota Padang ini mendadak jadi komoditas paling panas. Para perantau seolah tidak peduli dengan teriknya matahari demi mendapatkan ikatan bengkuang kualitas terbaik untuk dibawa kembali ke tanah rantau.

Bagi para perantau Minang, bengkuang bukan sekadar urusan perut. Ada nilai prestise dan identitas di balik jinjingan buah putih nan renyah ini. Di tengah serbuan oleh-oleh kekinian yang dikemas mewah, bengkuang tetap berdiri kokoh sebagai primadona yang tak tergantikan.

Doni (45), seorang perantau asal Jakarta yang bekerja di sektor perbankan, terlihat sedang sibuk memilih bengkuang berukuran sedang di salah satu lapak pedagang kaki lima.

"Di Jakarta banyak mall, tapi nggak ada yang jual bengkuang serenyah dan semanis di Padang. Ini bukan cuma buah, ini obat rindu.Teman kantor saya di Jakarta bahkan sudah titip pesan untuk dibawakan bengkuang Padang. Jadi ini sudah jadi tugas negara bagi saya," ujar Doni sembari tertawa lepas, Sabtu, 28 Maret 2026.

Meski kini banyak pilihan oleh-oleh seperti keripik sanjai atau roti kekinian, bengkuang memiliki filosofi tersendiri. Rasanya yang dingin dan menyegarkan dianggap sebagai simbol mendinginkan hati sebelum kembali bergelut dengan hiruk-pikuk kemacetan dan tekanan kerja di kota besar.

Berkah Lebaran 1447 H ini benar-benar dirasakan oleh para petani dan pedagang lokal. Mereka mengaku tidak pernah menyangka antusiasme tahun ini akan setajam ini. Harga satu ikat besar yang berkisar antara Rp25.000 hingga Rp40.000 ludes terjual tanpa perlu banyak tawar-menawar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....