Henddy Luthan, Sang Relawan Trabas di Tengah Bencana

  • 12 Des 2025 11:02 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Ketika bencana banjir dan longsor menerjang Sumatera Barat sejak akhir November 2025, meninggalkan jejak kehancuran dan akses yang terputus, banyak tangan uluran bantuan terhalang oleh medan yang ekstrem. Namun, di tengah keterbatasan itu, muncul sosok-sosok yang memanfaatkan hobi dan keahlian mereka untuk menerobos batas. Salah satunya adalah Henddy Luthan, warga Simpang Anam, Kota Padang.

Di kalangan masyarakat Padang dan Sumatera Barat, nama Henddy Luthan dikenal sebagai sosok yang multi-talenta. Ia adalah Pelatih Karate yang disiplin, seorang Pengurus KONI Sumatera Barat yang mendedikasikan diri pada olahraga, sekaligus seorang penggemar berat kegiatan petualangan off-road (trabaser). Hutan lebat, lumpur tebal, bebatuan sungai, dan tanjakan ekstrem adalah "rumah" kedua baginya, yang sehari-hari ia jelajahi menggunakan motor trail kesayangannya.

Pasca-bencana, Henddy tak ragu mengganti gear petualangannya menjadi gear kemanusiaan. Bersama seorang teman yang memiliki hobi dan niat yang sama, ia secara sukarela mendedikasikan keahliannya sebagai trabaser untuk mengantarkan bantuan logistik dari berbagai donatur ke lokasi-lokasi terdampak bencana yang nyaris mustahil dijangkau kendaraan roda empat.

"Kami packing bantuannya di atas motor masing-masing di Padang. Perjalanan di jalan utama relatif lancar. Tapi tantangan sebenarnya baru dimulai saat kami harus masuk ke jalan tanah sempit dan licin, dengan jurang di satu sisi dan tebing di sisi lain," ujar Henddy menceritakan perjalanannya kepada RRI (Jumat, 12/12/2025).

Ia dan rekannya telah berhasil mengantar bantuan ke sejumlah titik terpencil, termasuk kawasan Ngalau di Kabupaten Pesisir Selatan dan Salareh Aia di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Lokasi-lokasi ini memerlukan kemampuan dan ketangkasan mengendarai motor trail untuk bisa mencapai korban yang terisolasi.

Menariknya, bantuan yang diantar oleh Henddy Luthan bukanlah dominasi sembako, melainkan kebutuhan spesifik yang sangat mendesak bagi kelompok rentan seperti kebutuhan bayi berupa Minyak telon, Minyak kayu putih, Pempers dan kebutuhan bayi lainnya serta kebutuhan ibu menyusui.

"Kebutuhan ini sering kali luput dari perhatian bantuan utama, padahal sangat vital untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan bayi serta balita di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas," ungkap Henddy.

Henddy Luthan menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah tersebut kepadanya. Ia menegaskan bahwa tugas sosial ini dilakukannya dengan ikhlas dan senang hati demi meringankan beban para korban bencana alam.

"Alhamdulillah, sejauh ini kegiatan mengantar dan menyalurkan bantuan dari para donatur ke lokasi-lokasi terdampak bencana selalu aman dan lancar dalam lindungan Allah SWT," tutup Henddy, penuh rasa syukur.

Kisah Henddy Luthan membuktikan bahwa hobi ekstrem dapat diubah menjadi aksi heroik. Keberaniannya menaklukkan tanjakan ekstrem bukan lagi untuk kepuasan pribadi, tetapi untuk membawa harapan dan senyum di wajah-wajah korban bencana, menjadikan ia dan motor trailnya sebagai simbol kecepatan dan ketangguhan kemanusiaan di Sumatera Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....