Tabungan Emas Orang Minang, Berjejak Sejarah Pesawat Terbang

  • 20 Nov 2025 15:32 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: “Dito menabungnya yang rajin ya nak, biar suatu ketika bisa beli pesawat terbang,” ujar bapak sembari mengelus kepala adikku.

Hampir setiap hari, aku mendengar kata-kata itu. Pemahamanku samar, sebab hatiku tidak begitu yakin, antara percaya dan tidak percaya. Tujuh tahun telah berlalu. Kini, aku tidak lagi tinggal serumah dengan kedua orang tua. Tuntutan melanjutkan pendidikan menuntun langkahku meningalkan ranah tercinta.

Namun kata-kata bapak masih terngiang jelas di telinga. Dulunya aku berpikir, hal yang mustahil membeli pesawat terbang hanya dengan mengandalkan kemampuan menabung, baik itu emas maupun uang Tapi ternyata, semua di luar dugaan. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Ketekunan menabung, suatu ketika dapat mengantar seseorang sampai pada mimpinya.

Berawal dari bincang-bincangku dengan salah seorang warga dalam perjalanan menuju destinasi wisata bersejarah di Sumatera Barat. Wisata sejarah itu berlokasi di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Sesampai di lokasi, pandanganku langsung tertuju pada monument tua yang memampang replika pesawat Avro Anson RI-003.

Rasa penasaran menuntun langkahku agar lebih mendekat ke posisi monumen. Aku mengamatinya dengan rasa penasaran. Mengapa replika pesawat perdana milik Indonesia ini, bisa ada di tempat ini? Belum terjawab rasa penasaran itu, salah seorang warga menghampiri posisi tempatku berdiri.

“Ini pesawat pertama milik Indonesia yang dibeli dari hasil menabung emas warga Minang pada masa itu,” ujarnya spontan seakan bisa membawa arah pikiranku.

Warga yang diketahui bernama Wahdi itu menuturkan, Avro Anson RI-003 adalah pesawat pertama yang dimiliki Indonesia, dibeli dari hasil sumbangan emas masyarakat Minangkabau.

“Emas itu berasal dari sumbangan emak-emak yang memang sudah terbiasa menabung emas dalam berbagai bentuk dan ukuran. Dari sumbangan tersebut terkumpullah 14 kilogram emas yang sudah dilebur yang selanjutnya dibelikan pesawat terbang Avro Anson,” ujarnya kepada RRI, Rabu, (19/11/2025).

Avro Anson RI-003, Ungkap Tradisi Berinvestasi Emas di Minangkabau

Sejarah membuktikan,kebiasaan menabung emas sudah mendarahdaging dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, sebagaimana diungkapkan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Fauzi Bahar. Edukasi atau sosialisasi program memang tidak segencar upaya yang dilakukan sekarang ini. Namun ketekunan yang ditunjukkan dari perilaku hidup hemat telah mengantarkan Injdonesia sampai pada tujuan dan cita-cita, yakni Indonesia merdeka.

“Sebagai orang Minang, kita patut berbangga. Bisa dibayangkan berapa banyak emas yang dikumpulkan para leluhur agar bisa membeli sebuah pesawat untuk mendukung langkah perjuangan bangsa. Ketika itu, belum satu pun pesawat yang dimiliki Indonesia dan inilah pesawat pertama yang dibeli dari tabungan emas masyarakat Minang yang dikumpulkan di surau-surau,” ungkap Prof. Fauzi kepada RRI, Selasa, (18/11/2025).

Kebiasaan orang Minang menabung emas, terukir abadi dalam catatan sejarah perjuangan bangsa. Emas yang disumbangkan oleh sebagian besar kalangan ibu-ibu, awalnya tidak dalam bentuk bongkahan atau batangan, namun terdiri dari bermacam model dan ukuran. Ada dalam bentuk kalung, gelang, cincin atau pun subang (anting).

Sejarah membuktikan, perilaku hidup berhemat dengan cara menabung emas sedikit demi sedikit sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau sejak dahulunya. Emas yang disimpan atau ditabung, diyakini dapat dipergunakan untuk memenuhi berbagai keperluan mulai dari mahar pernikahan, biaya sekolah anak, menebus sawah yang tergadai, baralek (pesta) anak kemenakan dan lainnya.

“Emas yang ditabung, ibaratnya tempat mengadu jika suatu ketika dihadapkan pada persoalan ekonomi dan hutang piutang yang mesti dilunasi,” tuturnya.

Tidak heran jika kaum perempuan di Minangkabau dulunya memiliki emas sampai bertekong-tekong. Tekong sama dengan kaleng yang digunakan sebagai tempat menyimpang emas sedikit sedikit hingga suatu waktu jumlahnya menumpuk.

Kebiasaan tersebut diwariskan secara turun temurun. Para leluhur menasehati keturunannya agar tidak meninggalkan kebiasaan menabung sejak kecil. Menabung emas dianggap cara berinvestasi yang aman karena harga emas diyakini terus naik dan minim risiko merugi.

Keyakinan tersebut jelas Fauzi Bahar memang terbukti, harga emas terus melonjak dari waktu ke waktu. Jarang orang yang merugi dan sampai detik ini, emas tetap menjadi aset investasi primadona dari generasi ke generasi.

Investasi Emas Perempuan Minang Selamatkan Negara di Awal Masa Kemerdekaan

Perempuan Minang tidak hanya jago dalam urusan dapur, namun juga dikenal sebagai sosok yang bijak dalam mengatur keuangan rumah tangga. Pola hidup sederhana sudah mendarahdaging dalam keseharian dan jauh dari gaya hidup konsumtif.

Dalam bincang-bimncangnya dengan RRI, Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kol. Nav. Wahyu Bintoro mengungkapkan, saat negara mengalami krisis, tepatnya pada awal masa kemerdekaan, kekuatan pertahanan negara sangat mengkhawatirkan. Saat itulah muncul ide dari sang proklamator, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, M. Hatta yang berkeinginan negara segera memiliki pesawat terbang untuk mendukung langkah perjuangan menghadapi ageresi militer Belanda I tahun 1947.

“Avro Anson RI-003 dibeli dari hasil pengumpulan tabungan emas ibu-ibu di Minangkabau. Pesawat ini pernah mendarat di Lapangan Udara Gadut dan hadirnya armada dipergunakan untuk mengangkut alat perang dan keperluan misi luar negeri,” papar Danlanud Sutan Sjahrir, Kol. Nav. Wahyu Bintoro, Selasa, (18/11/2025).

Bagi orang Minang, menyumbang emas untuk membeli pesawat terbang yang akan menjadi titik tumpu perjuangan menghadapi agresi militer Belanda I adalah wujud semangat bela negara yang sesungguhnya tidak pernah padam. Semangat itu akan selalu berkobar dan apa pun upaya dilakukan demi kedaulatan bangsa.

“Emas yang ditabung sekian lama dipersembahkan dengan ikhlas untuk keperluan bangsa dan negara. Berbekal investasi emas hasil tabungan kaum ibu-ibu di Minangkabau, Indonesia mampu melewati masa krisis. Hal yang membanggakan, Indonesia bahkan sanggup membeli pesawat terbang dari hasil peleburan 14 kilogram emas milik orang Minang. Langkah serupa setahun kemudian, tepatnya 1948 diikuti Aceh dengan membeli Pesawat Dakota RI-001 dari hasil sumbangan warga,” paparnya di akhir perbincangan.

Meniti Jejak Investasi Orang Minang Melalui Literasi Keuangan

Pegadaian saat ini memang lagi gencar-gencarnya melakukan edukasi dan literasi keuangan ke segenap komponen bangsa. Melalui berbagai kegiatan, pihak Pegadaian membuka ruang edukasi yang menyentuh lini-lini yang menjadi sasaran program, salah satunya media masa.

Dalam perbincangannya dengan RRI, mantan Pimpinan Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Maryono mengatakan, media masa memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program-program yang digulirkan Pegadaian.

Selain andil media, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sumatera Barat, khususnya orang Minang yang sudah lebih dulu paham dan menerapkan konsep investasi emas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Makanya harus belajar dengan orang Minang, bagaimana mengatur keuangan yang benar. Investasi apa yang menjadi pilihan sehingga separah apa pun gejolak negara bahkan dunia, aset yang diinvestasikan tetap dalam kondisi aman dan tidak merugi. Intinya, investasi emas bukan hal baru lagi bagi masyarakat di Minangakbau. Dari kecil, anak-anak di Minangkabau sudah diajarkan cara berhemat, menabung emas untuk sandaran masa depan, begitulah orang tua dan leluhur mereka mengingatkan keturunannya,” papar Maryono dalam sebuah kegiatan yang merangkul insan media internal Pegadaian di dalamnya.

Alhasil dalam beberapa tahun terakhir, investasi emas di Pegadaian terlebih di wilayah kerja Kanwil II Pekanbaru menunjukkan peningkatan signifikan. Publik perlahan melirik keunggulan investasi emas yang memberi manfaat bagi para nasabah.

Hal yang tidak kalah penting, investasi emas di Pegadaian merangkul segenap kalangan. Tidak hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial secara utuh, namun juga diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki keinginan membangun ruang investasi dengan cara menyicil emas.

Pegadaian jelas Maryono betul-betul memberikan kemudahan bagi nasabah agar dapat menikmati hasil kerja kerasnya. Ini salah satu inovasi yang digulirkan perusahaan guna meningkatkan perekonomian masyarakat dalam bidang investasi.

Bagaimana mengEMASkan Indonesia melalui kinerja PT Pegadaian yang hadirnya di daerah diharapkan dapat berkontribusi bagi masyarakat negeri. Pegadaian tidak sebatas ruang untuk menggadai emas dan barang, namun menawarkan berbagai solusi untuk kemajuan negeri.

Investasi Emas Pegadaian dengan Tampilan Kekinian

Berinvestasi emas, salah satu upaya bijak menyongsong hari esok yang lebih menjanjikan. Pernyataan tersebut dilontarkan Eko Suprriyanto, selaku Pimpinan Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru.

Kepada RRI, Eko menuturkan, pelayanan kekinian yang diterapkan Pegadaian pada cabang atau kantor pelayanan lain, idealnya dapat merangkul nasabah dalam jumlah banyak. Menurutnya, manuver bisnis yang diterapkan perusahaan jauh lebih mumpuni dengan didukung kecanggihan ilmu dan teknologi.

Pegadaian membaur dan beradaptasi dalm berbagai aplikasi hingga menjadikan aneka produk yang digulirkan Pegadaian laris manis di pasaran.

“Kemampuan menggunakan teknologi digital menjadi acuan bagi nasabah untuk bisa berkembang dan melebarkan sayap bisnisnya. Tidak hanya itu, perusahaan milik negara yang didirikan tahun 1901 di Sukabumi, kini menjadi incaran pelaku investasi di daerah, termasuk Gen Z,” urainya.

Perlu ditekankan, terutama kepada generasi muda, nasabah yang datang ke kantor layanan Pegadaian tidak hanya nasabah yang kekurangan dana, melainkan mereka yang berkecukupan atau berkelebihan aset sehingga perlu literasi keuangan agar yang bersangkutan tidak salah menentukan pilihan berinvestasi yang aman dan minim risiko.

Liani, nasabah Pegadaian Area Padang menuturkan, dirinya tertarik berinvestasi emas lantaran sudah melihat keunggulan dan manfaat dari program tersebut.

“Rekan di kantor umumnya ikut investasi logam mulia tersebut. Hasilnya, tidak mengecewakan. Harga emas terus melambungkan dan aset yang diinvestasikan tentu juga bertambah,” urainya kepada RRI.

Selaku nasabah, ia tak ragu lagi menginvestasikan asetnya ke Pegadaian dengan memilih salah satu program yakni investasi emas.

“Alhamdulillah, hampir tiga tahun saya berinvestasi emas di Pegadaian dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Ratusan gram emas yang diinvestasikan, kini telah berbuah capaian. Dari investasi emas tersebut, saya mendapatkan keuntungan yang nilainya dapat dimanfaatkan untuk membiayai pendidikan anak,” urainya menutup perbincangan dengan RRI dengan senyum optimis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....