MengEMASkan Indonesia dari Lahan Terdampak Erupsi Gunung Marapi
- 30 Sep 2025 14:34 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Gunung Marapi yang terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat hingga kini masih menyisakan erupsi. Gunung aktif yang mengeluarkan material isi perut bumi disertai dentuman keras di udara nyatanya telah menbungkam aktifitas warga di Nagari Bukiek Batabuah.
Sekian lama, nagari-nagari yang berada di lereng Gunung Marapi ibarat kampung mati yang tak berpenghuni. Warga meninggalkan hunian demi menyelamatkan diri, mengungsi ke tempat yang lebih aman. Begitu pun sawah dan ladang yang sebelumnya menghasilkan produksi berlimpah, terbengkalai dengan tumpukan sampah dan material yang makin meninggi.
Namun setahun terakhir, warga mulai berpikir, bagaimana memberdayakan lingkungan yang terendus bencana agar tetap berdaya dan bernilai guna. Konsep hidup bersahabat dengan alam diyakini sebagai langkah tepat untuk membangun kembali perekonomian yang terpuruk akibat bencana yang datang susul menyusul.
Aktifitas demikian terpampang pada salah satu area publik, tepatnya di Bank Sampah Nagari Bukiek Batabuah. Edukasi dan sosialisasi program bank sampah yang diprakarsasi BUMN selevel PT Pegadaian telah menggelitik naluri warga agar tidak lagi berdiam diri dengan hanya bercermin pada keadaan.
Warga yang semula bertahan di area pengungsian kembali menempati huniannya. Sampah dan tumpukan material dibersihkan dengan cara dipilah.
“Alhamdulillah, rumah yang sebelumnya tertumpuk material lumpur, kotor dan penuh sampah kini tertata kembali. Kami sekeluarga sudah bisa menempatinya,” ujar Munin, warga terdampak bencana asal Nagari Bukiek Batabuah.
Hal yang tidak kalah menarik, sampah dan material yang dipilah di berbagai lokasi terdampak bencana, ternyata bernilai ekonomi.

“Bencana tak mesti ditangisi atau pun disesali. Di balik bencana, Tuhan menitipkan berkah bagi mereka yang ikhlas berusaha,” tutur Rami, ibu dua anak yang sehari-hari bermata pencarian sebagai petani.
Pasca bencana, warga yang mengalami trauma tidak langsung beraktifitas seperti biasa. Sebagian masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Berbeda dengan Rami yang justeru memilih kembali ke rumahnya di Nagari Bukiek Batabuah. Bersama kedua putrinya, perempuan berusia 46 tahun ini membersihkan tempat tinggal, ladang dan sawah yang pasca bencana, kondisinya tidak terlalu parah.
“Saya melihat peluang ekonomi yang belum semua orang menyadarinya. Banyak sampah-sampah plastik yang dapat dipilah yang sebagian berasal dari peralatan rumah tangga yang tertumpuk material atau hanyut dibawa arus banjir bandang. Jika pilah dan dibawa ke bank sampah, tentu mengalirkan nilai rupiah yang pada satu sisi sangat membantu perekonomian warga terdampak bencana,” paparnya kepada RRI, Senin, (4/8/2025).
Tidak berselang lama, sampah-sampah plastik yang bernilai ekonomi terpilahkan dari berbagai lokasi terdampak banjir dan erupsi. Potensi yang sebelumnya terabaikan, kini menjadi lahan ekononi bagi warga di kenagarian setempat.
Aktifitas Bank Sampah di Sela Erupsi Gunung Marapi
Entah siapa yang dulu memulai, aktifitas memilah sampah di sela-sela erupsi Gunung Marapi seakan sudah menjadi pemandangan umum. Warga dengan penuh semangat membersihkan area yang belum tersentuh tangan-tangan kreatif. Pembersihan lokasi terdampak bencana tidak lagi mengandalkan kemampuan mesin-mesin berteknologi.
Kepada RRI, Senin, (4/8/2025), Sekretaris Nagari Bukiek Batabuah, Yuserman mengatakan lokasi bank sampah dinilai cukup strategis yakni berlokasi di Kantor Wali Nagari Bukiek Batabuah.
Edukasi tentang pemberdayaan sampah di lingkungan sekitar diakui Yuserman sudah sejak lama menyasar segenap eleman. Sejatinya, bank sampah menjadi program prioritas perusahaan yang dari awal telah menggulirkan program mengEMASkan sampah untuk Indonesia.
“Erupsi demi erupsi tidak lagi menimbulkan trauma berkelanjutan. Warga mulai menyingsingkan lengan, berusaha mendapatkan rezeki dari sisa puing atau tumpukan material yang menumpuk di sana-sini. Alhasil, negeri mulai tertata dan sampah-sampah pun berkurang. Perilaku sadar lingkungan yang diterapkan warga di daerah terdampak bencana nyatanya tidak saja mendukung program pemerintah dalam penanganan kebencanaan, namun berimbas terhadap geliat ekonomi di daerah setempat,” ungkap Sekretaris Nagari Bukiek Batabuah, Yuserman.

Hal senada diungkap Wali Nagari Bukiek Batabuah, Firdaus. Saat dikonfirmasi RRI, Firdaus menuturkan, program bank sampah yang merupakan bentuk kerjasama dengan PT Pegadaian berkontribusi positif bagi kehidupan masyarakat nagari. Hal demikian bukan sekedar ungkapan kata yang tidak disertai pajangan realita.
Dalam setahun terakhir, ekonomi masyarakat nagari menggeliat. Erupsi tidak lagi menjadi momok menakutkan. Justeru dari kejadian alam inilah warga mendapatkan hikmah dan berkah dalam wujud sampah yang tanpa disadari mengalirkan nilai rupiah.
“Menariknya, dari sampah-sampah yang dipilah, warga optimis kelak bisa menabung emas untuk investasi masa depan. Sampah yang dipilah, dinilai seharga rupiah dan diinvestasikan dalam bentuk tabungan emas,” jelas Firdaus.
Ade, pengurus bank sampah setempat mengakui, pemilahan sampah di lokasi terdampak bencana telah menciptakan sinergi di berbagai lini. Antar instansi saling berkoordinasi, menggalang tekad dan komitmen untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Ada rantai kegiatan yang mendukung keberlangsungan ekonomi, dimulai dari aktifitas warga di lokasi pemilahan sampah, berlanjut ke bank sampah hingga kantor pelayanan Pegadaian yang tersebar di berbagai daerah.
Terpampang nyata sinergi antar instansi yang meramu sampah-sampah terpilah menjadi berkah. Rupiah disetarakan dalam bentuk investasi tabungan emas. Emas dicicil sedikit demi sedikit yang lama – lama menjadi bukit.
Sinergi Pegadaian Edukasi Warga Bijak Melirik Potensi
Potensi ekonomi tidak hanya terkandung pada bagian bumi dengan kehidupan warganya yang aman dan sejahtera. Ada kalanya, potensi itu mengalir dari sudut-sudut negeri yang diamuk prahara berupa bencana.
Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Cabang Pegadaian Area Bukittinggi, Donni Rinaldi, Selasa, (5/8/2025). Dikatakan, sampah-sampah terpilah memiliki nilai ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga terdampak bencana.
Untuk area Bukittinggi, aktifitas warga memilah sampah memang patut diacungi jempol. Geliat bank sampah di area ini berkembang demikian pesat dalam setahun terakhir ini.
“Hal demikian juga berlaku di daerah-daerah terdampak bencana, salah satunya Nagari Bukiek Batabuah yang terdapat di Kabupaten Agam. Tumpukan sampah dan material di area terdampak bencana memotivasi warga untuk melakukan penanganan secara mandiri yang selanjutnya berimbas terhadap aktifitas ekonomi. Warga betul-betul merasakan berkah sampah yang dipilah. Asa yang dulunya tergerus, bergelora kembali demi keinginan menabung emas untuk investasi,” tutur Donni Rinaldi saat ditemui RRI di lokasi kerja, Pegadaian Area Bukittinggi.

Donni mengungkap fakta unik di balik bencana. Apresiasi ditujukan langsung pada warga terdampak bencana. Menurut Donni, erupsi silih berganti yang menggerus kehidupan warga di Nagari Bukiek Batabuah tidak serta merta mematikan semangat beraktifitas.
Dalam kondisi yang serba terbatas, warga tetap memberdayakan potensi sampah di sekitarnya. Suasana berduka karena diterpa bencana justeru menjadikan mereka lebih bergiat, menata kembali ruang ekonomi yang terpuruk untuk sekian lama.
Pemerintah terus memberikan peluang bagi masyarakat menata ruang ekonominya, sekali pun itu di daerah bencana. Dalam kenyataannya, bencana bukan kendala atau hambatan yang mematikan langkah orang dalam beraktifitas. Gambaran tersebut terpantau pada sudut-sudut negeri di Sumatera Barat yang porak poranda diterpa bencana, baik itu banjir bandang maupun erupsi Gunung Marapi yang hingga kini tak berkesudahan.
Selaku Pimpinan Cabang PegadaianArea Bukittingi, Donni juga menyampaikan apresiasi kepada mitra kerja yakni bank sampah yang tersebar di wilayah kerjanya. Program bank sampah yang diinisiasi Pegadaian, yakni MengEMASkan Sampah untuk Indonesia telah mengalirkan kontribusi yang demikan besar ke berbagai lini.
Dalam tampilannya secara keseluruhan, Bukittinggi yang dijuluki Kota Wisata makin bersinar. Kota ini makin terlihat cantik dengan perpaduan aura alamnya yang mempesona.

Suasana asri dan bersih terpampang di setiap jengkal tanah, hingga menjadikan kota ini tak pernah sepi pengunjung. Terbukti, penanganan ruang ekonomi membutuhkan sinergi kuat dengan komponen terkait lainnya. Harus ada komitmen utuh yang mendasari tekad dan keinginan, bangkit bersama dan keterpurukan.
Strategi Ampuh Pegadaian EMASkan Indonesia Melalui UKW
Selaku BUMN yang berkomitmen membangun negeri di berbagai lini, Pegadaian memiliki tekad kuat MengEMASkan Indonesia melalui program-program inovatifnya, sebut saja Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang belum lama ini berlangsung di Kota Pekanbaru.
Uji kompetensi ini merangkul keikutsertaan 20 wartawan dari berbagai media di Indonesia, sebagaimana diungkapkan Pimpinan Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Eko Supriyanto.
Menurut Eko, wartawan yang mengikuti UKW tersebut adalah mereka yang sudah terbiasa menulis berita dan informasi tentang program-program Pegadaian.
“Ini salah satu cara kami mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan program-program inovatif yang digulirkan Pegadaian dalam upaya pemberdayaan ekonomi lokal, salah satunya menyasar pada program MengEMASkan Sampah untuk Indonesia,” tambah Eko ditemui pada lokasi penyelenggaraan UKW.

UKW yang merupakan kerjasama Pegadaian dengan Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS) ini diharapkan Eko mampu mencetak wartawan handal dan professional dalam hal penulisan informasi dan berita. Tulisan atau karya jurnalistik yang dihasilkan mampu memberikan pencerahan kepada publik, termasuk nasabah Pegadaian yang menjadi mitra kerja. Diakui, banyak program yang akan digagas, hal itu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
Ada pun program unggulan MengEMASkan Sampah untuk Indonesia termasuk program dengan peminat yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Program ini mendapat perhatian dari berbagai lini, tidak hanya masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja mandiri, namun juga ASN di lingkup pemerintahan.
Alhasil, bank sampah selaku mitra kerja Pegadaian kini menjamur dan bertumbuh di berbagai pelosok negeri. Sampah, tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menjijikkan dan jauh dari kata manfaat. Sebaliknya, aktifitas pemilahan sampah justeru makin mempercantik wajah negeri, di samping nilai ekonomi dalam wujud investasi emas yang kelak menunjang masa depan anak negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....