TMMD/N Harau 124, Kemilau Asa Menuju Asta Cita

  • 10 Jun 2025 13:42 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Lelah menghampiri sendi-sendi tubuhku saat sepeda motor butut mendaki jalanan menanjak di lingkar perbukitan hijau dengan gunung batunya yang berdiri kokoh. Tanah merah basah menyambut gerigi roda motor tua yang selama sepekan menemani perjalananku, menelusuri pelosok nagari yang dinamai Harau ini.

Nagari Harau yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat dihuni sekitar 1000 Kepala Keluarga (KK). Mata pencaharian warga pada umumnya bertani dan berladang. Hadirnya program rutin TNI AD, TMMD 124 di Nagari Harau, ibarat kemilau yang menampung asa ribuan warga dalam kurun waktu puluhan tahun lamanya.

“Rasa syukur yang sulit dilukiskan dengan kata-kata,” ungkap Syukriandi, Wali Nagari Harau saat diwawancarai RRI di lokasi pembukaan jalan beberapa waktu lalu.

Tak terasa, sebulan telah berlalu. Namun jejak dan kinerja para tentara masih tertoreh di sana. Motor butut yang kukendarai terus melaju, menyisir jalanan yang menghubungkan Nagari Harau dengan Sungai Landai itu. Hingga pada sebuah pertigaan, kuhentikan laju sepeda motor tua. Sebuah pemandangan yang tak biasa terpampang di depan mata. Jalan yang selama ini enggan dilalui warga karena kondisinya yang memang rawan dan berbahaya, kini telah menjadi akses transportasi umum yang setiap waktu menggulirkan suasana keramaian. Nagari itu tak lagi seperti desa mati. Geliat aktifitas warga terpampang jelas, seiring proses pengerjaan jalan yang terus berlanjut.

Dulunya untuk sampai ke ibukota kabupaten, membutuhkan jarak tempuh sekitar 38 kilometer. Namun dengan dibukanya jalan menembus gunung berbatu, akses menuju ibukota kabupaten kini dirasa lebih singkat dengan jarak tempuh yang hanya sekitar 8 hingga 9 kilometer.

Warga tak enggan lagi berlalu lalang di jalan yang baru dibuka. Anak-anak pun tak merasa ragu dan was-was melewati jalanan yang dulunya setapak menakutkan bagi mereka. Suasana nagari kini benar-benar berubah dalam sekejap. Asta Cita bukan sebatas impian belaka. Aksi nyata para tentara yang selama sebulan berjuang dalam beragam cuaca, telah memperlihatkan manfaat bagi warga. Nyata adanya, terlihat dari kinerja dan loyalitas yang ditunjukkan Satgas TMMD/N Harau 124 yang berupaya semaksimalnya, menciptakan pemerataan ekonomi di nagari yang warganya masih dililit persoalan kemiskinan dan keterbelakangan. Dari waktu ke waktu, TNI berjibaku menggerakkan ekonomi masyarakat daerah yang didukung serta program ketahanan pangan nasional.

TMMD/N Harau, Wahana Menuju Swasembada

Setelah satu jam berkeliling nagari, menelusuri jalan yang baru saja dibuka, motor tua yang kukendarai sampai pada satu titik lokasi, persisnya di area tani milik warga. Kembali kulirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan, masih terlalu pagi menurutku. Namun warga sudah berkumpul, menyiapkan peralatan tani dan bersiap-siap menggarap lahan di sekitarnya.

Suasana yang terpampang ketika itu jauh beda dari keadaan yang sebelumnya. TMMD/N Harau 124 telah memompa semangat warga. Kegiatan non fisik berupa bimbingan dan penyuluhan seakan menyulut keinginan warga untuk meningkatkan produksi pertanian di nagari yang kaya akan berbagai potensi tersebut.

“Kita memiliki lumbung padi yang tidak berhenti berproduksi. Belum lagi potensi kakao dan gambir yang pemasarannya sudah mencapai skala dunia. Hanya saja persoalannya, potensi yang ada belum tergarap secara tepat dan optimal,” ungkap Wali Nagari Harau, Syukriandi yang mendampingi warga ketika itu.

Itikad menjadikan Harau sebagai nagari lumbung padi yang dibuktikan dengan kemampuan berswasembada pangan memang bukan sekedar kicauan. Hal itu dibuktikan dengan pemberian bantuan bibit dan penanaman padi bersama yang termasuk dalam rangkaian agenda TMMD/N Harau 124.

Tanpa rasa sungkan, semua komponen saling bersinergi. Warga didampingi Satgas TMMD/N 124 dan unsur pemerintahan di daerah turun bersama ke sawah. Mereka menyemai bibit dan bersama menanamnya. Pemandangan langka yang pada satu sisi menumbuhkan sikap optimis, rasa peduli membangun desa dan nagari menuju Asta Cita yang senantiasa digaungkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ahmad, petani setempat mengaku, kehadiran Satgas TMMD 124 di Nagari Harau telah menumbuhkan kesadarannya sebagai warga untuk bergiat dalam meningkatkan produksi padi. Sasaran kegiatan non fisik berupaya edukasi dan penyuluhan tani telah membuka kesadaran warga sekaligus membekali petani dengan ragam pengetahuan, bagaimana cara bertani dan bercocok tanam yang semestinya.

“Kami (petani) mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan bagaimana cara bercocok tanam padi. Tidak asal-asalan lagi. Petani sangat terbantu karena selama ini jarang ada petugas atau tenaga penyuluh yang jemput bola, memberikan pendampingan langsung ke lokasi,” ungkap bapak dua anak yang kini antusias menggarap lahan tani miliknya.

Senada dengan Ahmad, Saudah petani gambir dan kakao ini juga menunjukkan sikap optimis untuk pencapaian hasil bumi ke depan. Untuk diketahui, Nagari Harau memiliki potensi pemasaran hasil bumi yang menjanjikan. Selain menanam padi, warga juga berladang kakao dan gambir.

“Edukasi dan pencerahan yang telah beberapa kali kami ikuti, jujur membuka mata dan pikiran saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Saya punya ladang yang luas, namun tidak saya manfaatkan selama ini. Nah, sejak bapak-bapak TNI masuk ke kampung ini, warga mendapatkan banyak pengetahuan, bagaimana memanfaatkan ladang dan lahan untuk meninkgatkan perekonomian. Ternyata pemasaran gambir dan kakao tidak sesulit yang dibayangkan. Perlahan namun pasti, pemerintah membuka kesempatan bagi petani bisa memasarkan hasil tani berupa gambir dan kakao ke berbagai daerah, termasuk pasar dunia,” ungkap Saudah penuh semangat.

Normalisasi Sungai, Ciptakan Lingkungan yang Ramah

Program TMMD 124 yang menyapa Nagari Harau tahun ini mengalirkan kontribusi bagi kehidupan warga. Lingkungan sekitar pun ikut menjadi sasaran perhatian para tentara, layaknya normalisasi sungai yang digiatkan dalam rangkaian agenda rutin tersebut.

Kepada RRI, Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf. Ucok Namara mengungkapkan, saat musim hujan tiba, sungai yang bermasalah bisa saja mendatangkan bencana. Oleh sebab itu, satgas memandang perlu kegiatan normalisasi sungai yang selain airnya dapat dipergunakan untuk mengairi sawah, warga juga dapat merasakan peningkatan kualitas air di samping mengurangi risiko banjir dan erosi tanah.

“Keberadaan sungai dengan aliran air yang lancar dan jernih mendukung kegiatan pertanian di daerah. Satu dengan yang lain saling mendukung. Kiranya perlu membangun sikap peduli lingkungan karena alam yang bersih, tertata dan terjaga mengalirkan nikmat dan rezeki berlimpah bagi umat manusia di sekitarnya,” papar Dandim 0306/50 Kota ditemui pada area normalisasi sungai.

Hal yang tidak kalah penting jelas Letkol Inf. Ucok Namara, normalisasi sungai yang dilakukan Satgas TMMD/N Harau 124 memotivasi warga mencintai lingkungan sekitarnya.

“Selain tentara, kami juga merangkul peran warga dalam kegiatan bersih-bersih sungai tersebut. Intinya, bagaimana menanamkan kesadaran dan sikap peduli warga, mencintai lingkungan dengan menjaga kondisi sungai agar tetap bersih,” tambah Ucok.

Alhasil, warga menyaksikan langsung perubahan sungai yang telah dinormalisasi. Perubahan yang signifikan dan airnya yang jernih bisa langsung dialirkan ke sawah-sawah, mengairi lahan pertanian milik warga. Dengan begitu, saat kemarau warga tak perlu panik, karena masih ada cadangan atau sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pengairan lahan tani.

Bangun Unit MCK di Hunian Warga

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan publik terkait minimnya sarana prasarana pendukung, seperti ketersedian fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Hal tersebut termasuk bagian penting pembangunan sasaran fisik yang diagendakan TNI AD setiap periode penyelenggaraan kegiata di berbagai daerah.

Untuk memenuhi kebutuhan warga di Dusun Padang Rukam, Jorong Harau telah dibangun 1 unit MCK. Unit tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sehingga kesulitan yang dihadapi warga di Jorong Harau dapat dimudahkan dengan pembangunan fasilitas umum tersebut. Satu unit MCK dibagi menjadi dua sekat, laki-laki dan perempuan.

Yanti, warga kurang mampu yang rumahnya belum dilengkapi fasilitas MCK yang layak menyambut gembira pembangunan unit MCK tersebut. Ia tidak perlu jauh-jauh pergi ke sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus karena tak jauh dari hunian yang ditempatinya, Satgas TMMD/N Harau telah membangun apa yang menjadi harapan warga pada umumnya.

Harapan yang sama diungkapkan Junaidi Palinggam, Satgas TMMD Kodim 0306/50 Kota yang ikut andil dalam kegiatan pembangunan MKC Jorong Harau. Warga sangat terbantu dengan adanya unit tersebut. Namun di lain sisi, ada tanggungjawab besar yang tidak boleh diabaikan. Fasilitas yang dibangun harus dijaga dan dirawat seterusnya.

“Tanggungjawab menjaga dan merawat aset tersebut kita serahkan kepada warga. Wargalah yang menentukan hitam putihnya. Idealnya, aset yang dibangun tetap terjaga kondisinya, nilai manfaatnya dapat dipergunakan secara berkelanjutan,” papar Junaidi dihadapan warga Jorong Harau.

Sumur Bor, Karya Satgas TMMD/N Harau 124

Hadir prajurit TNI AD di Nagari Harau tak sia-sia adanya. Apa pun keluhan warga, tetap disikapi dengan cara yang bijak. Tak heran jika keberadaan Satgas TMMD/N Harau menyulut rasa simpatik warga.

Sinergi dan loyalitas yang ditunjukkan tanpa memandang ikatan darah. Siapa pun adanya karena di mata para tentara, mereka adalah saudara yang harus dibantu dan diringankan bebannya. Sumur bor yang dibangun menjadi bukti nyata keseriusan TNI AD dalam menciptakan pemerataan pembangunan dan ketahanan pangan nasional.

Saat penulis mendatangi lokasi pembangunan sumur bor, terpampang di raut wajah para tentara, senyum puas meski letih tak kunjung reda mendera tubuh mereka. Air mengalir deras, turun dari kran berwarna putih. Kegembiaraan terpancar di wajah tentara juga warga yang secara bergotong royong membangun fasilitas air bersih di kampung yang sebelumnya minim air bersih tersebut.

“Sumur bor ini sangat dibutuhkan warga. Kami sudah lama menginginkannya. Alhamdulillah doa kami terjawab saat program TMMD 124 menjamah kampung kami. Ibu-ibu tak perlu khawatir lagi, begitu pun anak-anak yang didesak keperluan mandi. Mereka pastinya nyaman menikmati fasilitas ini,” ujar Naim, warga sekitar.

Diakui lelaki yang sehari-hari bekerja di ladang ini, sebelum TMMD 124 menyapa Nagari Harau, warga mengandalkan air sungai yang kotor untuk berbagai keperluan. Bahkan pada saat kemarau, ibu-ibu rela antre lama di sungai demi mendapatkan seember air yang dipergunakan untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.

Begitu sulitnya mendapatkan sumber air dan kini semua telah teratasi. Sinergi prajurit TNI menjadi bukti sikap peduli yang tiada henti untuk masyarakat nagari.

Program TMMD/N Harau Jamah Rumah Tidak Layak Huni

Masih teringat olehku, tangis Syukri, warga penerima bantuan RTLH pecah sesaat setelah dirirnya menerima kabar baik tentang renovasi huniannya yang berada di ketinggian perbukitan yang di bawahnya menganga jurang yang terjal dan dalam. Lelaki kelahiran tahun 1986 ini tak sanggup menahan haru manakala rumah yang ditempati segera direnovasi. Terbayangkan olehnya, kesedihan dan derita bertahun-tahun yang dialami bersama keluarga. Teringat kesedihan tiga anaknya yang masih kecil. Mereka sering bertanya kepada sang ayah, kapan rumah ini segera diperbaiki.

“Setiap kali hujan, bagian atap meniriskan bocoran air. Hawa dingin menyeruak tulang belulang karena lantai dalam bagian rumah, tidak semuanya yang dilapisi papan atau kayu. Pada bagian tertentu masih beralaskan tanah yang setiap kali hujan meniupkan hawa dingin. Anak-anak merasa tidak nyaman, namun karena keadaan, kami terpaksa bertahan,” ungkap Syukri mengenang kejadian silam.

Kini kesedihan itu telah berganti rasa syukur dan bahagia. Ketiga anaknya telah menikmati suasana hangat di dalam rumah. Istrinya pun tak lagi berkata-kata di dalam hati, karena sebagai seorang ibu, ia sebetulnya tidak sampai hati menyaksikan kesedihan ketiga buah hatinya.

“Kami sangat bersyukur, melalui tangan para tentara, Allah menjabah doa kami. Rumah ini, harapan terbesar kami dalam merawat dan mendidik ketiga buah hati. Kami yakin dan percaya, apa pun nikmat yang Allah berikan, kesemua itu kadang melewati tangan manusia. Terima kasih bapak tentara yang selama satu bulan telah bekerja keras, membangun hunian yang layak buat kami sekeluarga,” ujar sang istri, saat penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima bantuan RTLH.

Sasaran Non Fisik, Ajarkan Anak Nagari Berlatih PBB dan Mengaji

Selain fokus pada kegiatan pembangunan fisik, TMMD/N Harau 124 juga menyasar kegiatan non fisik seperti latihan PBB dan belajar mengaji yang sasarannya tidak lain siswa-siswi Sekolah Dasar di kenagarian setempat.

Satgas TMMD/N Harau mendatangi sekolah-sekolah dan mengajarkan ilmu baris berbaris kepada siswa. Anak-anak tentu saja tidak melewatkan kesempatan langka tersebut karena jarang-jarang TNI yang turun ke lokasi, membantu mereka dalm pelaksanaan kegiatan upacara bendera.

Andrian, pelajar kelas 1V Sekolah Dasar ini mengaku tertarik dengan latihan PBB yang diajarkan prajurit TNI. Hal itu sangat memudahkan mereka saat pelaksanaan upacara bendera, terutama untuk pasukan pengibaran bendera.

“Saya senang diajarkan om tentara. Mereka baik dan sabar tentunya. Kalau bisa sering-sering seperti ini dan nantinya saya berharap bisa mengikuti jejak om tentara, menjadi bagian dari pasukan pengawal NKRI,” imbuh Andrian.

Pada bagian lain, sepulang sekolah, Satgas TMMD/N Harau juga menyempatkan diri membantu anak-anak mengaji di surau dan mesjid. Suasana demikian menjadikan proses pembelajaran mengaji jauh lebih berkesan.

Anak-anak lebih bersemangat dan hal itu tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi prajurit TNI untuk lebih bersinergi, menunjukkan kiprahnya di nagari-nagari yang selama ini membutuhkan banyak perhatian, utamanya dari segi pendidikan.

Suasana Haru Saat Warga Melepas Satgas TMMD/N Harau 124

Tanpa terasa, telah sebulan keberadaan Satgas TMMD 124 di Nagari Harau. Tibalah waktunya bagi mereka segera meninggalkan nagari yang selama ini telah menjadi wadah pembuktian bakti kepada NKRI.

Di sela-sela kegiatan penutupan TMMD/N Harau 124. Rabu, (4/6/2025), Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Machfud menitip pesan kepada warga agar senantiasa melanjutkan apa yang menjadi kewajiban setiap pribadi. Setiap warga negara bertanggungjawab terhadap diri dan lingkungannya.

“Lebih kurang sebulan keberadaan Satgas TMMD/N Harau 124 di nagari. Kami berharap, apa yang sudah dibangun untuk warga dapat hendaknya dijaga dan dirawat untuk kepentingan bersama. TNI AD hanya membukakan jalan bagi saudara-saudara untuk dapat menikmati pembangunan yang merata dan mendukung program ketahanan pangan nasional menuju Asta Cita yang digaungkan Presiden Republik Indonesia. Tentunya kita berharap, hubungan baik dan semangat kemanunggalan yang terjalin erat dapat dipertahankan seterusnya. Hadirnya TNI memang untuk rakyat. Rakyat sejahtera, Indonesia makin berjaya,” tegas Danrem 032 Wirabraja.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi sinergi TNI AD, dalam hal ini Satgas TMMD/N Harau 124 yang terhitung sejak tanggal 6 Mei hingga 4 Juni 2025 menunjukkan sinergi dan loyalitasnya kepada masyarakat nagari. Pencapaian yang diwujudkan, bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat Indonesia.

“Saya berharap, apa pun sarana dan prasarana yang sudah dibangun di nagari ini dapat dimanfaatkan warga sepenuhnya. Karya nyata prajurit TNI pada prinsipnya membantu pemerintah daerah dalam percepatan roda pembangunan. Tidak semua tuntutan pembangunan bisa diselenggarakan oleh pemerintah, butuh kolaborasi, salah satunya kolaborasi dengan prajurit TNI dalam wujud program TMMD yang diagendakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan,” papar Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

Realisasi Sasaran Pembangunan Fisik TMMD/N Harau 124 meliputi :

1. Pembangunan jalan sepanjang 5600 meter dengan lebar 9 meter yang menghubungkan Nagari Harau dan Sungai Landai.

2. Pemasangan gorong-gorong

3. Realisasi program RTLH sebanyak 5 unit bagi warga kurang mampu

4. Pembangunan 1 unit MCK

5. Pembangunan sumur bor

6. Normalisasi sungai

7. Pembagian bibit dan penanaman padi bersama

8. Pembersihan pasar

9. Penanaman pohon

Realisasi Sasaran Pembangunan Non Fisik TMMD/N Harau 124 meliputi :

1. Pembekalan wawasan kebangsaan

2. Edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba

3. Latihan PBB ke sekolah-sekolah

4. Belajar mengaji di surau dan mesjid

5. Program pembekalan ekonomi perempuan

6. Penyuluhan kegiatan pertanian

7. Edukasi pemasaran hasil bumi dan potensi daerah (UMKM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....