Emas, Investasi Primadona Tanpa Memandang Usia

  • 03 Mei 2025 16:28 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Sebulan usai lebaran, emas masih bertahan pada posisi yang kuat, tidak tergoyahkan. Apa-apa selalu dikaitkan dengan emas. Tidak ada hari tanpa membicarakan harga emas yang terus naik.

Begitulah euphoria yang kini bergulir di lingkup publik. Emas menjadi barang primadona yang tidak lagi memandang usia.

“Semua tergila-gila ibngin memilikinya. Bagaimana tidak, di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia, emas tetap bertahan dengan citranya sebagai barang berharga,” ungkap Silvia, Rabu, (30/4/2025), karyawan salah satu perusahaan di Padang yang rela menguras tabungannya di bank demi tujuannya berinvestasi emas.

Silvia mengaku, ia terobsessi berinvestasi emas setelah melihat bukti kenaikan emas yang nyata-nyata di luar prediksinya.

“Saya termasuk orang dengan tipikal penuh pertimbangan. Namun setelah melihat kenyataan di lapangan, investasi emas jauh lebih menjanjikan. Kebetulan saya punya kenalan teman yang beekrja di Pegadaian. Darinya saya mengetahui jika perusahaan yang didirikan tahun 1901 itu telah menggulirkan program-program yang terkait dengan investasi logam mulia,” terangnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Silvia menetapkan pilihan berinvestasi. Ia memilih Pegadaian atas dasar berbagai pertimbangan, salah satunya pengalaman yang dimiliki perusahaan sudah sangat matang. Bahkan belum lama ini tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapat kepercayaan dari OJK menyelenggarakan bisnis bullion.

“Saya yakin keputusan ini sudah tepat. Saya tidak perlu khawatir lagi maling membobol rumah saya karena aset berharga berupa perhiasan sudah saya investasikan ke tempat yang tepat. Suatu ketika pada saat membutuhkan biaya untuk keeprluan pendidikan anak, saya tinggal titip,” ujar ibu dua anak yang mengaku nyaman berinvestasi di Pegadaian.

Sebelumnya Silvia mendapat banyak tawaran berinvestasi mengingat aset emas yang dimiliki lumayan banyak. Namun setelah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, ia akhirnya menjatuhkan pilihan ke Pegadaian.

“Salah memilih investasi, bisa – bisa justeru merugi,” katanya.

Diakui sekarang ini banyak investasi bodong berselimut seribu janji manis. Yang nawari juga bukan orang jauh, bahkan lingkup kerabat. Namun siapa yang bisa menjamin keamanan investasi tersebut. Bukankah kejahatan kadang tidak direncanakan, namun karena ada peluang dan pelakunya bisa saja orang terdekat kita,” ungkapnya mantap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....