TMMD 123, Ibarat Sapu Tangan yang Menyeka Duka Warga di Nagari Balingka
- 25 Mar 2025 16:25 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Ramadan 1446 H mengalirkan berkah tak terhingga bagi warga di Nagari Balingka, Kabupaten Agam. Lebih kurang setahun lamanya, nagari permai yang berada di kaki Gunung Singgalang ini diterpa duka. Bencana datang silih berganti, memporak -porandakan bumi dengan hasil tani yang melimpah ruah. Boleh dikatakan, dalam hitungan tahun, warga hiidup dalam keterpurukan. Hasil panen tak kunjung bisa dinikmati. Produksi pertanian terhenti dalam beberapa periode masa tanam. Situasi yang memprihatinkan ini tak lepas dari perhatian TNI AD. TMMD 123 pada gilirannya menyapa nagari yang terkungkung nestapa ini.
Kesedihan dan kegelisahan warga sontak terobati. Satgas TMMD 123 Kodim 0304/Agam selama lebih kurang satu bulan bersinergi, menghidupkan kembali geliat ekonomi di nagari yang hampir menyerupai kampung mati.
Dalam suasana berpuasa, Satgas TMMD 123 Kodim 0304/Agam di bawah komando Lerkol Arm. Bayu Ardhitya Nugroho menyingsing lengan, mengoptimalkan kinerja satuan dengan harapan, program TMMD 123 tuntas pada waktunya. Aura positif yang ditularkan prajurit TNI serta merta menggerakkan naluri dan pikiran warga untuk tidak seterusnya berlarut - larut dalam kesedihan. Warga perlahan bangkit dan berbenah, menata kehidupan demi masa depan anak- anak yang masih dalam tanggungan.
Sodikin, warga Jorong Pahambatan, Nagari Balingka dengan berurai air mata mengucap rasa syukur untuk limpahan rezeki yang ia terima pada Ramadan kali ini. Betapa tidak, selama dua kali musim tanam, ia hanya berpasrah pada nasib. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sehari - hari, ia harus berjibaku, bekerja serabutan demi tetap menyalanya api tungku.
Pasca bencana banjir bandang yang meratakan hampir seluruh lahan tani miliknya, Sodikin membanting tulang, mancari makan untuk menafkahi keluarganya. Di Ramadan kali ini, semangat hidupnya bangkit kembali. Pembukaan jalan sepanjang 2.800 meter di Jorong Pahambatan melewati lahan tani miliknya. Terbayangkan olehnya, berbagai kemudahan yang bakal dinikmati saat musim panen tiba.
"Perkiraannya di penghujung Ramadan, cabai dan bawang merah sudah bisa dipanen. Kendaraan roda empat tentunya sudah bisa masuk dan mengangkut hasil panen dari kebun. Bagi saya, inilah anugerah terindah yang lama dinanti petani pada umumnya," ujar ayah lima anak ini.
Tanpa Jalan, Petani Bagai Burung yang Tak Bersayap
Perumpamaan jalan ibarat urat nadi kehidupan memang bukan sesuatu yang mengada -ada. Hal itulah yang dirasakan Irmawati dan suaminya yang telah puluhan tahun hidup dari hasil kebun miliknya. Kebun yang begitu luas ditanami bermacam komoditi pangan , mulai dari bawang merah, wortel, cabai hingga sawi. Sebagai petani, ia tentu berharap, peningkatan pendapatan dari musim panen ke panen berikutnya.
Tapi apa daya, harapan tinggal harapan. Pendapatan dari penjualan hasil tani tak kunjung bertambah, malah makin menurun. Penyebab utama, jalan yang tak kunjung dibuka menuju kebun miliknya.
"Pembeli atau pedagang enggan naik ke atas karena jalannya masih berupa belantara. Dengan apa hasil kebun diangkut ke bawah. Satu satu cara adalah dengan dibakul menggunakan tangan dan hal itu jelas memberatkan petani juga pedagang. Makanya hasil panen habis sampai di situ saja, ibaratnya gali lubang tutup lubang,” papar perempuan berusia 51 tahun itu.
Kini dengan telah dibukanya jalan yang dulunya hutan belantara, tentu memudahkan petani di daerah. Jalan yang menghubungkan Koto Lalang dan Jorong Pahambatan telah bisa diakses warga, termasuk petani yang hendak memasarkan hasil tani ke daerah lain.
"Terima kasih prajurit TNI, utamanya Kodim 0304/Agam yang selama empat pekan telah menguras keringat, bekerja di bawah terik matahari. Hujan panas tak dihiraukan, bekerja siang dan malam demi mewujudkan secercah harapan warga di pelosok nagari," ungkapnya dengan mata berbinar.
Ramadan tahun ini memberikan keluangan bagi petani. Dengan penuh semangat, petani memanen hasil kebun di ladang miliknya yang kini telah dilalui akses kendaraan.
"Lelah terbayar sudah, apalagi jika melihat senyum anak- anak yang berharap penjualan hasil bumi pada periode ini mampu memenuhi harapan mereka memiliki baju baru untuk dipakai di hari raya. Terima kasih ya Robbi, terima kasih bapak TNI. Baktimu mengalirkan manfaat yang tak terhingga untuk kami," ujar Irma penuh rasa syukur.

Jalan yang dibuka sepanjang 2800 meter di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka telah bisa diakses petani untuk mengangkut hasil bumi. Senyum keluarga petani makin merekah karena hasil tani sepenuhnya sudah dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Foto: Satgas Kodim 0304/Agam).
Wajah Baru Nagari Menyambut Idul Fitri
Nagari Balingka yang terdapat di Kabupaten Agam, salah satu dari ribuan nagari di Sumatera Barat yang menjadi target para perantau pulang ke kampung halaman. Umumnya warga di kenagarian setempat memilih mengadu nasib di perantauan. Pada momen lebaran, perantau pulang ke kampung, salah satunya Nagari Balingka yang telah mengalami perubahan fisik dalam sebulan terakhir ini.
Selain jalan yang baru dibuka, prajurit TNI AD juga menyasar perbaikan sejumlah sarana umum seperti pengadaan air bersih, renovasi rumah ibadah dan pembangunan beberapa unit MCK. Dandim 0304/Agam, Letkol Arm. Bayu Ardhitya Nugroho saat penutupan TMMD 123 Kodim 0304/Agam, Kamis, (20/3/2025) menuturkan, warga menyambut bahagia sentuhan program TMMD di kampungnya. Terbayangkan kebersamaan yang direnda kala sanak saudara mereka yang di rantau mencacahkan kaki di ranah tercinta.
"Sudah ada fasilitas air bersih, unit MCK yang layak dan mesjid yang baru saja direnovasi prajurit TNI. Otomatis nuansa lebaran tahun ini, berbeda dengan suasana sebelumnya. Sanak kerabat yang di rantau tentu bisa lebih nyaman dan betah saat berlebaran di kampung halaman," papar Dandim 0304/Agam.
Senada dengan yang disampaikan Ris, salah seorang penerima manfaat program RTLH.
"Saya sekeluarga sangat bersyukur dengan anugerah ini. Gubuk yang tiris dan berlantaikan tanah telah berubah rupa menjadi hunian yang nyaman. Bagi saya, ini sudah seperti istana. Seminggu lagi, saya dan anak - anak di rantau bisa berkumpul bersama di hunian baru ini. Teringat rengek cucu yang tahun lalu mengeluhkan rembesan air hujan yang meniris dari atap yang bocor. Kini saya tak perlu khawatir lagi karena hunian yang saya tempati sekarang ini kondisinya jauh lebih nyaman. Tak sabar ingin segera berkumpul bersama anak dan cucu pada lebaran tahun ini. Sekali lagi, terima kasih ya Allah, jaya selalu Prajurit TNI AD," ungkapmya bersemangat.

Harapan baru, merayakan Idul Fitri 1446 H bersama keluarga di rumah yang baru ditempati warga penerima manfaat program RTLH. (Foto: Satgas Kodim 0304/Agam).
Rasa kagum dan bangga pada ranah tercinta disampaikan Milna, perantau yang baru saja menapakkan kaki di tanah kelahirannya, Nagari Balingka. Ia mengungkap rasa kagumnya akan wajah baru nagari.
"Sudah banyak perubahan, terutama untuk fasilitas air bersihnya. Dulu saat pulang ke kampung, anak- anak mengeluhkan air bersih yang susah dicari. Kini sudah dibangun pada beberapa titik sehingga perantau yang pulang tahun ini tak bakalan canggung. Jalan baru juga sudah dibuka dan mesjid untuk salat Idul Fitri juga sudah selesai direnovasi. Pulang kampung tahun ini terasa beda," jelas ibu dua anak ini kepada penulis, Kamis, (20/3/2025).
TMMD 123 Nagari Balingka Pupus Duka Warga, Sambut Idul Fitri dalam Nuansa Suka Cita
Badai pasti berlalu, itulah ungkapan untuk menggambarkan suasana kehidupan warga di Nagari Balingka usai berakhirnya program tahunan TMMD 123. Kesedihan dan sikap pasrah warga telah berganti suasana ceria dan sikap optimis menjalani hari esok yang lebih menjanjikan. TMMD 123 Nagari Balingka menyorot keterbelakangan yang terpampang nyata selama puluhan tahun. Keprihatinan yang nyaris tak tersentuh pada akhirnya tumbuhkan semangat kolaborasi yang diinisiasi TNI AD. Pernyataan tersebut diungkap Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Mahfud.
Menurutnya, kesenjangan pembangunan di daerah coba dicarikan solusinya melalui kolaborasi TNI AD dengan pemerintah daerah serta stakeholder lainnya. Bagaimana menciptakam suasana kemerdekaan yang memberikan kontribusi yang sama pada seluruh rakyat Indonesia melalui program rutin TNI AD tersebut.
“Sudah lebih dari 60 tahun penyelenggaraan TMMD di pelosok nusantara dan sejauh itu TNI AD mengalirkan kontribusinya pada negeri. Bagaimana menata kesenjangan roda pembangunan agar bisa berjalan seirama sehingga kelanjutannya tidak menimbulkan pro dan kontra. Secara bertahap, TNI menyisir kesenjangan yang ada dan merangkulnya bersatu padu dalam cita-cita yang sama,” terang Danrem 032 Wirabraja.

Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Mahfud saat berinteraksi dengan salah seorang warga di Nagari Balingka terkait pembangunan fasilitas air bersih yang merupakan program unggulan KSAD. (Foto: Penrem 032 Wirabraja).
Seperti apa rangkulan TNI AD dalam mewujudkan harapan masyarakat, tertuang dalam sepenggal cerita singkat yang diutarakan Hasibuan, Satgas TMMD 123 Nagari Balingka. Kepada penulis ia menuturkan, ragam cobaan dan godaan yang dilalui selama menjalankan bakti kepada masyarakat negeri, bahkan ia harus menepis rasa rindunya kepada keluarga, anak dan istri selama berminggu-minggu.
Di lokasi TMMD 123 Nagari Balingka, Hasibuan bertahan terik, bekerja di bawah guyuran hujan demi mengejar target yang siang malam terus dikebut. Waktu beristirahat dioptimalkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya menuai pencapaian yang optimal, melebihi target alias over prestasi.
“Saya merasa terharu, bangga dan bahagia meski harus meninggalkan anak-anak, keluarga tercinta untuk sekaian lama demi tugas negara yang bagi setiap prajurit hal yang lebih utama. Terbayar sudah semua pengorbanan itu, kala menyaksikan gelak tawa anak-anak nagari yang berlarian ke sana ke mari, menikmati jalan baru di kampungnya. Belum lagi rona bahagia yang terpancar dari raut wajah ibu-ibu yang dengan penuh kesabaran menunggu selesainya pengerjaan fasilitas air bersih di kampungnya. Kini mereka tak khawatir bakal kekurangan air bersih,“ papar Hasibuan sembari menutup perbincangannya dengan penulis kala itu.
Tak jauh dari lokasi pembangunan MCK, perempuan muda berusia sekitar 21 tahun berujar gembira. Wajah kampungnya makin terlihat cantik dan merona dengan hadirnya sentuhan nyata prajurit TNI yang senantiasa bersinergi untuk nagari. Idul Fitri tahun ini memberi makna, berkah dan hidayah bagi banyak orang.
“Terima kasih prajurit sejati,” urainya dengan senyum penuh rasa bangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....