Wamen UMKM: Minang Bangkit Pulihkan 38 Ribu UMKM Sumbar

  • 02 Okt 2026 21:26 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah memastikan pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terdampak bencana hidrometeorologi pada pengujung 2025 di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlanjut. Komitmen itu direalisasikan melalui peningkatan kapasitas wirausaha terdampak bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit yang digelar di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Jumat, 2 Oktober 2025.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza mengatakan, dampak bencana yang dialami pelaku UMKM tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Tantangan terberat justru pada fase pemulihan. "Ada tekanan psikologis akibat tempat usaha, alat produksi, hingga akses pasar yang hilang dan rusak. Modal usaha mereka juga habis sehingga kesulitan memulai usaha kembali," ujarnya.

Helvi menyebut, sekitar 38 ribu pelaku UMKM terdampak bencana di Sumbar telah terverifikasi mendapat bantuan dari Presiden dengan total alokasi sekitar Rp115 miliar. Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi modal untuk membangun kembali usaha.

Kemudian UMKM diberikan pendampingan melalui klinik dan pelatihan agar bantuan tidak digunakan untuk konsumtif. Muaranya, UMKM tidak hanya memulihkan usaha, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas.

Helvi menjelaskan, pendampingan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, hingga lembaga jasa keuangan. "Pelatihan diberikan agar UMKM kembali berproduksi dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik. Kemudian diberikan pembekalan tentang kiat memperluas pasar melalui metode digital. Selanjutnya, upaya agar UMKM bisa dipercaya untuk mendapat pembiayaan dari lembaga jasa keuangan," tuturnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, penguatan UMKM penting dalam pemulihan ekonomi daerah. Mengingat, hampir 750 ribu UMKM menjadi sumber penghidupan masyarakat di Sumbar.

“Dari sekitar enam juta penduduk Sumbar, hampir empat juta warga masyarakat kita bergerak di UMKM. Oleh karena itu, ketika UMKM terdampak bencana, juga berimbas pada perekonomian daerah,” ujarnya.

Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan, kampus siap mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM melalui ekosistem akademik, teknologi dan kewirausahaan. Unand juga memiliki inkubator bisnis, laboratorium serta kantor transfer teknologi yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah dan memenuhi standar produk untuk memperluas pasar.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal menjelaskan, Klinik UMKM Bangkit pada tahap pertama dilaksanakan dengan jumlah peserta 1.475 UMKM dan wirausaha yang dibagi dalam tiga regional. Pada regional dua pelaksanaan klinik dipusatkan di Kota Padang. Materi pendampingan meliputi peningkatan produksi, literasi dan pencatatan keuangan, pemasaran, serta akses pembiayaan dan pasar.

Endrizal menyebut, secara keseluruhan, klinik UMKM ditargetkan menjangkau 95 ribu UMKM di Sumbar. Pelaksanaannya berlangsung selama tiga tahun. "Pada tahun ini saja kami targetkan diikuti 38 ribu lebih UMKM," tuturnya.

Dalam Klinik UMKM Minang Bangkit, salah satu pihak yang terlibat langsung yakni Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Sumbar. Kepala PLUT KUMKM Sumbar, Nico Primadona mengatakan, pendampingan diarahkan agar UMKM terdampak bencana dapat tumbuh lebih kuat dan tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pendampingan yang diberikan mulai dari penguatan produksi, literasi keuangan, pemasaran dan akses pasar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal (baku cokelat) dan Kepala PLUT KUMKM Sumbar, Nico Primadona (baju batik putih) saat menerima penghargaan dari Kementerian UMKM (Foto: RRI/Dodik Setyo)

Pada kesempatan itu Kementerian UMKM juga memberikan penghargaan pada Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dan PLUT KUMKM yang berkontribusi dalam penanganan pelaku UMKM terdampak bencana. PLUT KUMKM dinilai sangat berperan dalam melakukan pendampingan dan pelatihan, serta menghimpun bantuan dari mitra untuk diberika pada pelaku UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....