UNP Kembangkan Unit Produksi Tata Busana Jadi Inkubator Bisnis Fashion Mahasiswa

  • 17 Sep 2026 05:54 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang-Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) melaksanakan kegiatan pengembangan Unit Produksi Tata Busana UNP sebagai Inkubator Bisnis Fashion Mahasiswa dan Income Generating Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui pengembangan produk fashion yang inovatif, bernilai budaya, dan memiliki peluang pasar.

Program pengabdian yang dilaksanakan 24-25 Agustus di UNP ini, merupakan upaya mendorong mahasiswa bidang tata busana agar tidak hanya memiliki kompetensi dalam keterampilan produksi pakaian. Mereka dipacu untuk mampu mengembangkan kreativitas menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui konsep inkubator bisnis fashion, mahasiswa diberikan pengalaman nyata mulai dari proses perancangan desain, produksi, pengembangan kualitas produk, hingga kesiapan pemasaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian diketuai Dra. Adriani, M.Pd. Anggotanya Dr. Weni Nelmira, S.Pd., M.Pd.T, Dr. Srizulfia Novrita, S.Pd., M.Si, Rima Agustia Utami, M.Pd, dan Dr. Yofita Sandra, S.Pd., M.Pd.

Tim melakukan pengembangan produk unggulan berupa baju kurung basiba dan baju daster. Baju kurung basiba dipilih sebagai salah satu produk utama karena memiliki nilai budaya Minangkabau yang kuat serta menjadi bagian dari identitas busana tradisional Sumatera Barat. Pengembangan produk ini dilakukan dengan tetap mempertahankan karakteristik khas basiba, namun dikemas dengan sentuhan desain modern agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

Selain baju kurung basiba, produk lain yang dikembangkan adalah baju daster sebagai produk fashion yang memiliki karakter praktis, nyaman, dan memiliki peluang pasar yang luas. Pengembangan daster dilakukan melalui inovasi desain, pemilihan bahan yang sesuai, serta peningkatan kualitas jahitan dan penyelesaian produk sehingga mampu bersaing di pasar fashion.

Ketua tim pengabdian Dra. Adriani, M.Pd. menyampaikan bahwa pengembangan unit produksi tata busana ini tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk pakaian, tetapi juga membangun sistem pembelajaran berbasis industri bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan ini mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola proses produksi fashion, mulai dari tahap desain hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Harapannya, mahasiswa mampu memiliki jiwa kewirausahaan dan kesiapan untuk membangun usaha mandiri setelah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya di Padang, Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam proses produksi. Mahasiswa berperan dalam berbagai tahapan, mulai dari pengembangan ide desain, pembuatan pola, pemilihan material, proses menjahit, finishing, hingga evaluasi kualitas produk. Keterlibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang mendukung peningkatan kompetensi profesional mahasiswa.

Melalui pengembangan Unit Produksi Tata Busana UNP, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan income generating perguruan tinggi melalui produk fashion yang berkualitas dan memiliki nilai jual. Selain itu, program ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi, pengembangan industri kreatif, dan pelestarian budaya lokal.

Ke depan, Unit Produksi Tata Busana UNP diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat inovasi fashion yang menghasilkan produk unggulan, menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan mahasiswa, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan industri fashion berbasis budaya dan kreativitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....