UNP Latih PKK Taratak Olah Minyak Jelantah Jadi Produk Ramah Lingkungan
- 05 Sep 2026 15:48 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong masyarakat Kelurahan Taratak, Kota Pariaman mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK setempat. Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi dan Produk Pembersih Ramah Lingkungan pada PKK Kelurahan Taratak” tersebut memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah minyak jelantah rumah tangga.
Ketua Tim Pengabdian UNP, Ringga Novelni, M.Farm., Apt. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengatasi persoalan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. “Kegiatan diawali dengan sosialisasi program pada 7 Juli 2026 untuk memperkenalkan rencana kegiatan, menjaring partisipasi ibu-ibu PKK, serta memetakan persoalan limbah minyak jelantah dan potensi pengembangannya di Kelurahan Taratak,” ucapnya, Jumat, 4 September 2026.
Pelatihan inti yang diikuti 15 orang ini dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 di Kelurahan Taratak dan dibuka oleh Kepala Kelurahan Taratak, Nurhayati K, S.H. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah dan pengembangan keterampilan.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan dua materi utama. Yuni Mala Sari, M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Jelantah: Dari Limbah Beracun Menjadi Cahaya dan Energi” yang membahas pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara berkelanjutan serta potensinya menjadi sumber energi dan produk bernilai guna. Sementara Ariyetti, M.Si., memberikan materi mengenai teknologi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun pembersih.
Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga langsung mempraktikkan proses pemurnian minyak jelantah. Kemudian pencampuran dengan bahan pewangi dan bahan tambahan, hingga pencetakan menjadi lilin aromaterapi dan produk pembersih ramah lingkungan.
Proses praktik tersebut didampingi narasumber, tim dosen UNP, serta mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan. Tim pengabdian terdiri dari Ringga Novelni sebagai ketua, bersama dr. Prima Minerva, S.Ked., M.Biomed., Anggela Marta Tasman, S.Si., M.Si., dan Siska Miga Dewi, S.S.T., M.Pd. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Malfa Levina dan Icha Deswita.

Peserta mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah minyak jelantah. Produk yang dihasilkan dinilai dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus dikembangkan sebagai usaha mikro untuk menambah pendapatan keluarga.
Sebagai keberlanjutan program, tim pengabdian UNP menyerahkan seperangkat alat produksi lilin aromaterapi dan produk pembersih kepada Kelurahan Taratak. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan ibu-ibu PKK untuk melanjutkan praktik dan mengembangkan produksi secara mandiri.
Program pengabdian ini diharapkan tidak hanya mengurangi pembuangan minyak jelantah sebagai limbah rumah tangga, tetapi juga mendorong lahirnya produk bernilai ekonomi. Kolaborasi UNP, pemerintah kelurahan, dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya menerapkan konsep ekonomi sirkular sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....