Unand Kaji Kewirausahaan Berbasis Iman
- 17 Jul 2026 17:47 WIB
- Padang
Poin Utama
- Universitas Andalas mengembangkan konsep faith-based entrepreneurship yang mengukur kesuksesan wirausaha meliputi keuntungan ekonomi, kesejahteraan spiritual, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan.
- Penelitian melibatkan 220 pelaku usaha kecil di Padang dan 215 pelaku usaha kecil di Nairobi, dipimpin oleh Prof. Donard Games dengan kolaborasi internasional dari Kenyatta University Kenya.
- Konsep kewirausahaan berbasis iman menggabungkan nilai-nilai Islam dengan falsafah adat Minangkabau 'basandi syarak, syarak basandi Kitabullah' sebagai fondasi pengukuran kesuksesan bisnis.
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) mengembangkan konsep faith-based entrepreneurship atau kewirausahaan berbasis iman sebagai perspektif baru dalam mengukur keberhasilan seorang wirausaha. Penelitian tersebut menawarkan ukuran kesuksesan yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan spiritual, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan berdasarkan nilai Islam serta falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Riset yang dilakukan pada Mei hingga Juli 2026 itu dipimpin Prof. Donard Games bersama Prof. Dodi Devianto, Sanda Patrisia Komalasari, Belligo Agra dari Unand, serta Peter Musyoka, Ph.D. dari Kenyatta University, Kenya. Penelitian melibatkan 220 pelaku usaha kecil di Kota Padang dan 215 pelaku usaha kecil di Nairobi untuk mengembangkan konsep kewirausahaan berbasis iman dalam konteks budaya dan agama.
Ketua tim peneliti, Prof. Donard Games, mengatakan selama ini kajian kewirausahaan masih didominasi paradigma Barat yang menempatkan keuntungan finansial dan pertumbuhan usaha sebagai indikator utama keberhasilan. Menurutnya, pendekatan tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan makna kesuksesan bagi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya dan agama.
"Keuntungan ekonomi memang penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Ketenangan batin, keberkahan, manfaat bagi sesama, serta kedekatan dengan Tuhan juga menjadi bagian dari kesuksesan seorang wirausaha, khususnya dalam masyarakat yang memiliki landasan budaya dan agama yang kuat," ucapnya, Kamis, 16 Juli 2026.
Dalam penelitian tersebut kata Donard, tim mengembangkan tiga indikator utama, yaitu faith-based entrepreneurial resilience, faith-based entrepreneurial well-being, dan faith-based entrepreneurial success. Hasil penelitian menunjukkan kesejahteraan berwirausaha berbasis iman menjadi faktor penting yang menghubungkan ketahanan pelaku usaha dengan keberhasilan usaha secara menyeluruh.
"Ketahanan pelaku usaha perlu diwujudkan dalam bentuk ketenangan, rasa syukur, optimisme, dan keyakinan bahwa usaha yang dijalankan memiliki makna lebih luas. Kesejahteraan berbasis iman menjadi faktor penting yang mendorong terciptanya kesuksesan usaha secara berkelanjutan," ujarnya.
Donard menambahkan penelitian yang didukung pendanaan Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY IRN) itu juga menghasilkan instrumen pengukuran yang telah divalidasi di Indonesia dan Kenya. Hasil riset diharapkan menjadi rujukan pengembangan teori kewirausahaan berbasis agama dan budaya di tingkat global sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....