Ayrin Speed Food, Cerita Bagi Anak Muda
- 12 Jun 2026 15:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pada era digital saat ini, teknologi membuka berbagai peluang bagi masyarakat dari berbagai kalangan usia untuk memperoleh penghasilan. Salah satunya Aisyah Sinta Ayurin atau yang akrab disapa Ayrin, pemuda berusia 18 tahun yang berhasil membangun usaha kuliner berbasis digital bernama Ayrin Speed Food.
Dalam program Rang Mudo Kreatif di RRI Pro 2 Padang, Ayrin menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari kegemarannya memasak. Ketertarikan tersebut tumbuh sejak kecil karena sering melihat sang ibu menyiapkan berbagai hidangan di rumah.
Ayrin menjalankan usahanya melalui platform layanan pesan antar makanan daring seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Hingga saat ini, ia belum memiliki tempat makan khusus karena seluruh operasional usaha masih dilakukan dari rumah.
Salah satu hal menarik dari perjalanan bisnis Ayrin adalah modal awal yang relatif kecil. Dengan modal sekitar Rp1 juta dan memanfaatkan peralatan rumah tangga yang telah tersedia, ia mampu memulai usaha kuliner tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Usia muda tidak menjadi penghalang bagi Ayrin untuk mencoba berwirausaha. Dukungan dari keluarga, terutama sang ibu, serta dorongan dari teman-temannya menjadi motivasi yang membuatnya optimistis mengembangkan usaha tersebut.
Nama Ayrin Speed Food memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut terinspirasi dari sepatu Puma Speedcat yang disukai Ayrin, sementara kata "Speed" muncul dari penilaian teman-temannya yang menganggap dirinya mampu memasak dengan cepat.
Meski bergerak di bidang kuliner, latar belakang pendidikan Ayrin bukan berasal dari jurusan tata boga. Ia merupakan lulusan SMK Teknik Kimia Industri yang mampu mengembangkan usaha makanan melalui pengalaman dan kemauan belajar secara mandiri.
Pengetahuan mengenai bisnis kuliner dan pemasaran digital dipelajarinya secara otodidak melalui media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Selain itu, pengalaman bekerja paruh waktu di bidang kuliner saat menjalani masa magang sekolah turut membantunya memahami operasional usaha serta pelayanan kepada pelanggan.
Dalam kesempatan tersebut, Ayrin juga mengungkapkan bahwa usahanya telah menerima ribuan pesanan melalui berbagai platform digital. Toko Ayrin Speed Food bahkan memperoleh penilaian yang baik dari pelanggan, yang menjadi salah satu indikator kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang ditawarkan.
Namun, perjalanan bisnis tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah tingginya persaingan di sektor kuliner digital, sehingga ia harus terus berinovasi melalui program promosi, pemberian diskon, serta penambahan variasi menu untuk menarik pelanggan baru.
Meski saat ini fokus pada penjualan melalui platform digital dan layanan take away, Ayrin memiliki rencana untuk mengembangkan usahanya di masa depan. Ia berharap dapat membuka tempat makan atau kafe yang dapat menjadi ruang berkumpul bagi para pelanggan.
Kisah Ayrin menunjukkan bahwa peluang berwirausaha dapat dimulai tanpa harus memiliki toko fisik maupun modal yang besar. Lebih dari itu, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan berani memulai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....