Rahasia Kue Bawang Bu Peli Bertahan Lebih dari Dua Dekade

  • 11 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Di tengah gempuran produk makanan ringan yang diproduksi secara modern, Kue Kering Bu Peli memilih tetap setia pada cara-cara tradisional. Keputusan tersebut bukan sekadar mempertahankan warisan keluarga, tetapi juga menjadi kunci menjaga cita rasa khas yang telah dikenal pelanggan sejak tahun 2000.

Salah satu keunikan produk ini terletak pada proses pengolahan bawang merah yang masih dilakukan secara manual. Bawang yang menjadi bahan utama tidak dihaluskan menggunakan blender, melainkan melalui proses tradisional yang diyakini mampu mempertahankan aroma dan karakter rasa lebih kuat.

"Kalau diblender hasilnya terlalu halus. Kami tetap mengolah bawang secara manual karena teksturnya masih terasa dan aromanya lebih keluar. Itu yang membuat rasa kue bawang kami berbeda," ujar Arnila Sari, pemilik Kue Kering Bu Peli.

Bagi Arnila, mempertahankan proses tradisional memang membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih banyak. Namun, cara tersebut sudah menjadi bagian dari identitas produk yang diwariskan sang ibu sejak usaha ini pertama kali dirintis.

"Memang lebih lama dan lebih melelahkan, tetapi kami ingin menjaga rasa yang sudah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun. Kalau prosesnya diubah, kami khawatir cita rasanya ikut berubah," kata Arnila.

Tidak hanya proses pengolahannya yang dipertahankan, pemilihan bahan baku juga dilakukan secara cermat. Arnila mengaku hanya menggunakan bawang merah dengan kualitas tertentu karena berpengaruh langsung terhadap aroma dan kerenyahan produk yang dihasilkan.

Konsistensi menjaga resep dan metode produksi tersebut membuat Kue Bawang Bu Peli tetap memiliki pelanggan setia hingga saat ini. Bahkan, sebagian pelanggan yang telah mengenal produk tersebut sejak masa perintisan usaha masih terus mencari rasa yang sama hingga sekarang.

"Orang membeli lagi karena ingat rasanya. Itu sebabnya kami berusaha mempertahankan resep dan proses yang sudah diwariskan ibu. Bagi kami, rasa adalah modal utama untuk bertahan," ujar Arnila.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....