Perputaran Uang Sumarak Pasa Ekraf Pasaman Barat 2026 Rp1,2 M
- 10 Jun 2026 06:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sumarak Pasa Ekraf Pasaman Barat 2026 yang digelar di Halaman Kantor Bupati setempat, berlangsung meriah dan mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Dinas Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat memprediksi jumlah pengunjung selama kegiatan mencapai 10 ribu orang dengan perputaran uang menembus Rp1,2 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat, Afrizal mengatakan, capaian tersebut menunjukkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM daerah punya potensi besar untuk terus dikembangkan. Rata-rata transaksi selama kegiatan Sumarak Pasa Ekraf Pasaman Barat 2026 diperkirakan mencapai Rp400 juta rupiah per hari. "Kalau menurut pantuan kami, pengunjung antusias," ucapnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Afrizal, tingginya kunjungan masyarakat tidak terlepas dari beragam rangkaian acara yang disuguhkan selama kegiatan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 7 Juni 2026. Selain hiburan bagi pengunjung, kegiatan itu juga menjadi sarana promosi berbagai produk ekonomi kreatif dan UMKM unggulan Pasaman Barat.
Afrizal menyampaikan, adapun produk lokal ditampilkan mulai dari aneka olahan makanan, kerajinan tangan, tenun tradisional hingga produk kreatif lainnya. Kehadiran pelaku usaha lokal dinilai mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperluas pemasaran produk daerah kepada masyarakat dan wisatawan.
"Sumarak Ekraf di Pasaman Barat ini kan merupakan bagian kegiatan dari Dinas Pariwisata Provinsi, pokir Anggota DPRD Sumbar, Zulkenedi Said. Kalau menurut pantauan kita, Alhamdulillah itu antusias sekali untuk pengunjung kita. Alhamdulillah untuk putaran untuk UMKM kita, ataupun pasar kuliner, ya kita perkirakan lebih kurang Rl400 juta untuk peredaran uang dalam satu malam," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat, Afrizal menambahkan pihaknya juga akan menghadirkan pertunjukan Seni Gandang Lasuang sebagai upaya pelestarian budaya daerah pada 13 Juni 2026. Kegiatan tersebut memperkenalkan kepada generasi muda proses tradisional pengolahan padi menjadi beras menggunakan lasuang, sekaligus menjadi media promosi seni dan budaya khas Pasaman Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....