Kadin Sumbar : Pegadaian Integrasi Nilai Spiritual Keberlanjutan Ekonomi Lokal

  • 19 Apr 2026 09:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kadin Sumatera Barat menilai dari perspektif ekonomi, pembagian makanan siap santap yang secara serentak diselenggarakan Pegadaian pada 28 cabang merupakan bentuk stimulasi ekonomi mikro. Dengan melibatkan vendor kuliner lokal atau UMKM penyedia makanan pada tiga provinsi (Riau, Kepri, dan Sumbar), Pegadaian pada dasarnya berupaya menggerakkan roda usaha masyarakat di tingkat bawah.

Hal tersebut disampaikan Pengurus Kadin Sumatera Barat, Rahim Mardanis pada Minggu, 19 April 2026. Ia menekankan, keberlanjutan sebuah perusahaan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem di sekitarnya.

"Program 'Mengetuk Pintu Langit' adalah investasi sosial yang cerdas. Ketika daya beli masyarakat sedang diuji, kehadiran korporasi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan (sesuai target SDGs Poin 2: Tanpa Kelaparan) akan menjaga stabilitas sosial yang pada gilirannya menciptakan iklim usaha yang kondusif," ujar Rahim.

Menurutnya langkah yang dipimpin Agus Riyadi selaku Pinwil Pegadaian II Pekanbaru mencerminkan transisi yang lebih dari sekadar Corporate Social Responsibility (CSR) menuju Creating Shared Value (CSV).

Dengan memperkuat hubungan emosional bersama nasabah dan warga sekitar, Pegadaian sedang membangun "Loyalty Capital" (Modal Loyalitas) yang sangat mahal harganya dalam dunia keuangan.

Di tengah ketatnya persaingan jasa finansial, pendekatan yang humanistis ini menjadi pembeda utama (competitive advantage)

Secara makro, aksi serentak di wilayah Riau Daratan, Kepulauan Riau hingga Sumatera Barat ini memberikan sinyal positif bagi indeks pembangunan manusia di daerah. Sinergi antara spiritualitas perusahaan dan tanggung jawab lingkungan ini membuktikan entitas BUMN mampu menjadi instrumen negara yang lincah dalam merespons ketimpangan akses ekonomi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....