Inovasi dari Kebutuhan Konsumen Menjadi Kunci Bertahan UMKM Kuliner

  • 12 Apr 2026 21:26 WIB
  •  Padang

RRi.CO.ID, Padang - Pelaku UMKM kuliner dituntut untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah mengembangkan produk berdasarkan permintaan konsumen.

Pendekatan ini tidak hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga menjaga relevansi usaha di tengah persaingan. Pelaku usaha yang responsif terhadap tren dinilai lebih mampu bertahan dan berkembang.

Mutiara Kurnia Rahman atau yang akrab disapa Uti pemilik usaha Uthie Cake mengungkapkan bahwa pengembangan produk di usahanya banyak dipengaruhi oleh permintaan pelanggan. “Kalau konsumen meminta dan itu memungkinkan, kita usahakan untuk bisa menyediakan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu contoh nyata adalah hadirnya produk cheesecake yang awalnya tidak tersedia. Permintaan berulang dari pelanggan membuat timnya akhirnya melakukan riset dan pengembangan produk tersebut.

“Awalnya banyak yang tanya cheesecake, akhirnya kita coba pelajari dan setelah launching ternyata setiap hari dicari,” kata Uti. Hal ini menunjukkan pentingnya mendengar kebutuhan pasar secara langsung.

Selain mengikuti permintaan, Uti juga terus melakukan inovasi terhadap produk yang sudah ada. Ia menilai pengembangan tidak selalu harus menciptakan produk baru, tetapi juga bisa melalui variasi.

“Kalau bisa kita kembangkan dari produk yang sudah ada, itu juga kita lakukan supaya tetap menarik,” kata Uti. Inovasi ini menjadi cara menjaga minat pelanggan lama sekaligus menarik pelanggan baru.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan layanan snack box tanpa minimum order. Strategi ini dinilai mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, terutama untuk acara kecil.

“Biasanya mahasiswa kesulitan karena harus memenuhi minimum order, jadi kita hadirkan solusi tanpa batas minimal,” katanya. Ia menyebutkan bahwa layanan ini mendapat respons positif dari pasar.

Dalam hal promosi, Uti memanfaatkan micro influencer sebagai langkah awal memperluas jangkauan pasar. Strategi ini dipilih karena dinilai lebih tepat sasaran dan efisien.

“Kita mulai dari micro influencer yang dekat dengan target pasar, seperti mahasiswa di kampus,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan secara bertahap sebelum menjangkau influencer yang lebih besar.

Dalam perjalanan usahanya, Uti juga aktif mengikuti berbagai pelatihan yang difasilitasi pemerintah. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar, terutama dalam memperluas relasi dan pengetahuan.

Dengan strategi yang adaptif dan berorientasi pada pasar, pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa mendengarkan konsumen adalah kunci keberhasilan usah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....