Pentingnya Observasi dan Perhitungan Matang dalam Membuka Usaha

  • 14 Feb 2026 11:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Membuka usaha tidak selalu harus dimulai dari modal besar, tetapi dari langkah yang tepat dan perencanaan yang matang. Hal inilah yang ditekankan oleh Sri Wahyuni, pemilik Aqlan Craft yang bergerak di bidang kerajinan tangan dan dekorasi custom.

Dari pengalamannya merintis usaha, ia menilai bahwa observasi pasar dan perhitungan biaya yang detail menjadi fondasi utama agar usaha dapat berjalan dengan stabil. “Tentu saya observasi dulu sebelum memulai usaha. Kami lihat dulu di lapangan bagaimana jualnya, siapa target pembeli kita,” ujar Sri saat menjadi narasumber dalam Program Pojok UMKM Pro 4 RRI Padang, Sabtu, 14 Februari 2026.

Dengan melakukan pengamatan secara langsung, pelaku usaha dapat menyesuaikan produk dan strategi yang tepat sesuai kebutuhan pasar. Observasi juga penting dalam menentukan harga jual.

Sri menjelaskan, harga tidak bisa ditentukan secara sembarangan tanpa melihat harga pesaing dan daya beli konsumen. “Tidak mungkin orang jual Rp50 ribu, kita jual Rp60 ribu. Pasti dianggap kemahalan. Tapi kalau kita jual Rp30 ribu juga, nanti enggak balik modal,” ucap Sri.

Menurutnya, memahami harga pasar membantu pelaku usaha menemukan titik keseimbangan antara keuntungan dan daya tarik produk di mata pembeli. Setelah memahami kondisi pasar, langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan biaya produksi secara menyeluruh.

Sri selalu memastikan setiap komponen biaya diperhitungkan sebelum menetapkan harga jual. Ia tidak hanya menghitung bahan baku, tetapi juga waktu pengerjaan, tenaga, serta biaya transportasi untuk mencari bahan.

“Saya hitung dulu marginnya dari bahan, waktu yang habis untuk buatnya, biaya cari bahan. Semua harus dihitung secara keseluruhan,” katanya. Dengan perhitungan tersebut, ia dapat menentukan harga yang tetap menguntungkan tanpa memberatkan konsumen.

Dalam usaha kerajinan tangan, faktor tenaga dan tingkat kesulitan pengerjaan juga menjadi pertimbangan penting. Sri menilai bahwa proses kreatif membutuhkan kesabaran dan ketelitian, sehingga harus dihargai dalam penentuan harga.

“Kerajinan tangan itu butuh kesabaran. Kadang tangan kena lem tembak, panas. Itu juga bagian dari proses,” ujar Sri. Bahkan untuk membuat satu produk tertentu, ia bisa menghabiskan waktu hingga dua jam dengan fokus penuh. Semua proses ini menjadi bagian dari biaya produksi yang harus dihitung secara matang.

Dari pengalamannya, Sri menegaskan bahwa observasi pasar dan perhitungan yang detail merupakan kunci utama agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Memulai usaha bukan hanya tentang membuat produk, tetapi tentang memahami strategi dan perencanaan yang tepat sejak awal agar usaha dapat berjalan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....