Mora Frozen Food Hadirkan Olahan Beku Sehat
- 22 Nov 2025 23:20 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Perkembangan kuliner lokal terus bergerak maju seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan yang aman dan berkualitas. Para pelaku UMKM merespons tren ini dengan menghadirkan produk yang lebih sehat dan mampu bersaing di pasar modern.
Mora Frozen Food menjadi salah satu UMKM yang menonjol melalui komitmennya menghadirkan olahan beku tanpa bahan tambahan berbahaya. Produk rumahan ini berkembang di tengah tingginya minat masyarakat terhadap makanan praktis dan higienis.
Usaha yang dijalankan Febriayani dan Wahyu Aswand tersebut mengutamakan bahan segar sebagai nilai utama.
“Kami mengutamakan daging ayam dan sapi yang segar, serta bebas zat aditif seperti pengenyal dan pewarna,” ujar Febriayani.
Konsistensi penggunaan bahan alami sejalan dengan temuan BPOM yang mencatat meningkatnya minat masyarakat pada produk bebas pengawet. Tren makanan sehat ini memberi ruang luas bagi UMKM yang fokus pada mutu.
Wahyu menjelaskan bahwa usaha mereka sempat berjalan tidak rutin sebelum kembali dikembangkan secara serius.
“Pasar frozen food itu masih luas. Pemain besar memang ada, tapi untuk UMKM peluangnya tetap besar,” ujar Wahyu.
Data Kemenkop UKM menunjukkan konsumsi makanan beku nasional meningkat lebih dari 7 persen per tahun. Pertumbuhan ini menciptakan kesempatan besar bagi pelaku usaha rumahan seperti Mora Frozen Food.
Dalam pemasaran, mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk menjangkau pelanggan. Pesanan berdatangan melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok yang efektif menarik perhatian konsumen.
“Alhamdulillah, sudah ada pesanan dari luar Padang seperti Payakumbuh dan Darmasraya,” kata Febriayani.
Cakupan pemesanan yang meluas menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produknya. Saat ini, mereka menawarkan produk berupa bakso sapi, bakso ayam, bakso sayuran, dan nugget ayam sayur. Harga dibanderol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu untuk kemasan 100 gram.
“Ide membuat kemasan kecil muncul karena banyak ibu-ibu yang bilang ukuran 250 gram terlalu besar,” kata Febriayani.
Kemasan kecil memberi kemudahan bagi keluarga yang membutuhkan porsi praktis dan ekonomis. Namun, kendala tetap muncul terutama pada peralatan produksi dan pengiriman luar kota.
“Kami masih pakai chopper kecil, dan ekspedisi yang menyediakan freezer belum menjangkau semua daerah,” ujar Wahyu.
Keterbatasan pengiriman membuat mereka mengandalkan jasa travel agar produk tetap sampai tujuan. Sistem ini tetap menjaga kualitas karena produk dikirim dalam waktu singkat dengan suhu terkontrol seadanya.
Meski begitu, konsumen dari berbagai daerah tetap memberikan penilaian positif terhadap kualitas produk mereka.
“Alhamdulillah, sampai sekarang review dari luar kota bagus dan kualitasnya tetap terjaga,” tutur Febriayani.
Mereka berharap hadirnya lebih banyak layanan logistik bersuhu dingin dapat memperluas jangkauan usaha. Dukungan layanan ini akan membuka peluang Mora Frozen Food menembus kota besar seperti Pekanbaru dan Medan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....