Dari Hobi Kerajinan Jadi Pengusaha Batik Muda Padang

  • 13 Nov 2025 20:55 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Tak banyak anak muda yang memilih menekuni seni tradisi seperti batik di tengah arus digitalisasi yang serba cepat. Namun, Shekar Hanum Pramesty, pemilik brand Batik Shanumesty, justru menjadikan hobi dan ketekunannya di bidang kerajinan tangan sebagai jalan menuju usaha kreatif yang berakar pada kearifan lokal.

Hanum, begitu ia akrab disapa, telah menaruh minat pada seni sejak kecil. “Dulu memang hobi bikin kerajinan, Kak. Orang tua juga suka melukis di rumah, tapi kalau saya enggak terlalu minat ke lukisan,” ucap Hanum saat menjadi narasumber dalam Program Pojok UMKM Pro 4 RRI Padang, Rabu (12/10/25).

Ketertarikannya pada seni tekstil mulai terbentuk ketika ia melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 4 Padang (dulu dikenal sebagai SMSR). Di sekolah kejuruan seni itu, Hanum masuk ke jurusan Desain Produksi Kriya Tekstil, tempat ia belajar berbagai keahlian mulai dari membatik, menjahit, menenun, hingga menyulam.

“Waktu kelas 1 dan 2, kami belajar semuanya. Tapi di semester 4, kami harus memilih bidang yang ingin kami dalami untuk praktik kerja industri,” ujar Hanum. Ketika banyak teman-temannya tertarik pada desain mode atau sulaman, ia justru terpikat pada batik. “

Keputusan itu mengantarkan Hanum pada pengalaman berharga. Saat kegiatan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK), ia bertemu dengan owner Batik Terancak dari Solok.

Dari situlah kecintaannya terhadap batik semakin tumbuh. Bahkan, setelah lulus sekolah, Hanum tetap melanjutkan kegiatan membatik di rumah.

Pandemi COVID-19 di tahun 2020 menjadi momentum bagi Hanum untuk fokus menekuni batik dari rumah. Di sela kuliah, ia terus berlatih dan memproduksi karya yang kemudian dijual melalui jaringan Batik Terancak.

Batik Shanumesty kini menjadi identitas yang dikenal di berbagai bazar dan kegiatan kewirausahaan di Padang. Perjalanan Hanum menuju pengakuan publik tidak instan.

Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah mempublikasikan karya batiknya di media sosial. “Awalnya memang enggak pernah posting. Baru setelah ikut Karang Taruna di lingkungan rumah, teman-teman tahu kalau saya ngebatik di rumah,” katanya.

Dukungan dari lingkungan dan komunitas membuatnya semakin percaya diri untuk menampilkan hasil karya batiknya ke masyarakat luas. Kini, Hanum tidak hanya dikenal sebagai pembatik muda asal Padang, tetapi juga sebagai contoh generasi kreatif yang mampu mengolah tradisi menjadi karya bernilai ekonomi tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....