Inflasi Tahunan Sumbar Kembali Terkendali dalam Target Sasaran

  • 03 Okt 2026 10:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Inflasi tahunan Sumatera Barat (Sumbar) pada September 2026 tercatat 3,50 persen secara tahunan (yoy), turun dibanding Agustus 2026 yang mencapai 3,76 persen. Penurunan tersebut kembali menempatkan inflasi Sumbar dalam rentang sasaran inflasi nasional dan melanjutkan tren penurunan sejak Juni 2026.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), meski inflasi tahunan menurun, tekanan harga secara bulanan justru meningkat. Inflasi Sumbar pada September 2026 mencapai 0,60 persen (mtm), naik dari 0,18 persen pada Agustus, sedangkan secara kumulatif Januari-September 2026 tercatat 1,83 persen (ytd).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan penurunan inflasi tahunan terutama ditopang deflasi sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras. Cabai merah memberikan andil deflasi 0,23 persen, bawang merah 0,16 persen, dan telur ayam ras 0,03 persen.

"Namun, penurunan inflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga daging ayam ras, emas perhiasan, dan beras. Ketiga komoditas tersebut masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,31 persen, 0,30 persen, dan 0,23 persen," ucapnya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi meningkatnya biaya produksi seiring kenaikan harga bahan baku pakan. Sementara inflasi beras terjadi akibat penurunan produksi menyusul kerusakan lahan sawah pascabencana serta terbatasnya pasokan dari luar daerah.

Secara bulanan, peningkatan inflasi September terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan cabai merah menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,47 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya pengiriman cabai ke luar Sumbar di tengah penurunan produksi nasional, berkurangnya pasokan dari wilayah terdampak erupsi dan karhutla, serta serangan organisme pengganggu tanaman di sejumlah sentra produksi.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga emas perhiasan, cabai rawit, angkutan udara, jengkol, dan kentang. Secara spasial, seluruh kabupaten/kota sampel IHK di Sumbar mengalami inflasi, dengan inflasi bulanan tertinggi di Kabupaten Pasaman Barat 1,11 persen, Dharmasraya 1,03 persen, Bukittinggi 0,98 persen, dan Padang 0,33 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....