Pemkab Pasbar dan OJK Perkuat Ekosistem Pembiayaan Jagung
- 22 Sep 2026 11:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat ekosistem pembiayaan komoditas jagung melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas akses permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha petani.
Penguatan ekosistem tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, PNM, Jamkrida, BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu kerja sama juga melibatkan kelompok tani dan Perum Bulog di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa, 22 September 2026.
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat, terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan komoditas jagung perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Jagung merupakan salah satu komoditas strategis dan memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Pasaman Barat. Pengembangannya tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga akses permodalan, penguatan kelembagaan petani, pemasaran hingga pengembangan industri hilir,” ujarnya.
Yulianto meminta kelompok tani yang terlibat memanfaatkan dukungan pembiayaan secara optimal dan bertanggung jawab. Kelompok tani juga didorong memperkuat kelembagaan serta meningkatkan produktivitas melalui pendampingan penyuluh pertanian.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari pengembangan Program Pengembangan Ekonomi Daerah untuk memperkuat keterhubungan sektor jasa keuangan dengan potensi ekonomi produktif di daerah. Program tersebut dijalankan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“Hingga saat ini, Program Pengembangan Ekonomi Daerah telah diterapkan di lebih dari 40 kabupaten dan kota di Indonesia dengan beragam komoditas unggulan. Diantaranya, kopi, susu, dan ekonomi kreatif,” ujar Roni.
Roni menyebut Pasaman Barat merupakan salah satu sentra produksi jagung di Sumatera Barat. Pada 2025, produksi jagung Pasaman Barat tercatat hampir 200 ribu ton sehingga potensi tersebut masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Namun menurut kami, petani masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan pupuk dan benih unggul, modal kerja, akses layanan keuangan, hingga fluktuasi harga dan penyerapan hasil panen. Karena itu, keberhasilan program membutuhkan sinergi seluruh pihak,” katanya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura berperan dalam pembinaan kelompok tani, pendampingan usaha serta memberikan rekomendasi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan petani. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat akses petani terhadap pembiayaan sekaligus memastikan keberlanjutan usaha jagung.
Kerja sama melibatkan Kelompok Tani Jaya Bersama dari Kecamatan Pasaman, Kelompok Tani Sri Rahayu dari Kecamatan Luhak Nan Duo dan Kelompok Tani Bangun Baru dari Kecamatan Kinali. Selain kelompok tani, kerja sama juga melibatkan unsur perbankan, PNM, Jamkrida, BPJS Ketenagakerjaan dan Perum Bulog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....