Akomodasi dan Kuliner Dongkrak Ekonomi Sumbar 4,54 Persen

  • 07 Agt 2026 00:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, perekonomian di Sumbar secara year on year (y-o-y) atau tahunan pada Triwulan II/2026 tumbuh sebesar 4,54 persen. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi pada periode dimaksud mencapai 17,57 persen.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, pertumbuhan ekonomi ranah minang selama periode dimaksud ditopang sektor usah perhotelan, restoran, rumah makan dan berbagai aktivitas ekonomi yang mencakup sektor dimaksud. “Selain itu, ada terkait administrasi pemerintahan yang mencakup realisasi belanja APBN dan APBD pada triwulan kedua, seperti gaji 13 pegawai yang ditunaikan pada periode tersebut, ini memicu mendominasi pertumbuhan ekonomi di Sumbar,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Sementara secara struktur ekonomi Sumbar dari 17 sektor ekonomi yang ada, Pertanian tetap yang tertinggi. “Apabila dilihat pada struktur PDRB Sumbar menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan kedua 2026, secara kontribusi tidak menunjukkan banyak perubahan. Perekonomian Sumbar masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 21,98 persen,” kata Hasan.

Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Sumbar utamanya masih ditopang kinerja ekspor luar negeri yang tumbuh sebesar 13,01 persen serta pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 9,84 persen untuk perbaikan infrastruktur pasca bencana. “Kinerja ekspor luar negeri ranah minang didominasi oleh komoditas RBD Palm Olein atau minyak kelapa sawit dengan pangsa mencapai 40,78 persen,” ujarnya.

Hasan menyebut, dari tiga indikator leading pertumbuhan pengeluaran utama secara yoy, yakni konsumsi Rumah Tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan ekspor luar negeri, PMTB tumbuh paling baik sebesar 1,88 persen. “ Ini tercermin sebagai Belanja Modal dalam APBN dan APBD, utamanya untuk realisasi rekontruksi pascabencana yang tumbuh sebesar 13 persen,” katanya.

Selaras dengan pertumbuhan secara yoy yang menunjukkan angka positif, ekonomi Sumbar pada triwulan II/2026 dibandingkan dengan triwulan I/2026 atau qtq juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,08 persen. Sementara, secara kumulatif dari triwulan I/2026 sampai dengan triwulan II/2026 ctc, ekonomi Sumbar menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,77 persen.

Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi secara regional di Sumatera, Sumbar menempati peringkat 8 dari 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera. “Share pertumbuhan ekonomi Sumbar terhadap pulau Sumatera sebesar 6,55 persen dengan andil terbesar didominasi oleh Sumut,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....