Dirut SIG Umumkan Penyederhanaan Anak Perusahaan
- 08 Jul 2026 01:07 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - PT Semen Indonesia (SIG) akan merampingkan portofolio usahanya dengan menyisakan sekitar 11 anak perusahaan dari 40 entitas yang ada saat ini. Langkah besar itu dilakukan untuk menghadapi tekanan industri semen nasional yang semakin berat.
Direktur Utama PT Semen Indonesia Indrieffouny Indra mengatakan industri semen nasional tengah menghadapi tekanan serius yakni kelebihan pasokan, ketidakpastian geopolitik global, serta tantangan pasokan batu bara dan energi. Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin, 6 Juli 2026.
“Di sisi lain, kita juga harus memperkuat corporate sales melalui pendekatan yang lebih strategis kepada pelanggan proyek, BUMN, pemerintah, maupun sektor swasta. Kita tidak hanya menjual semen, tetapi menawarkan solusi menyeluruh yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang,” ujarnya.
Indrieffouny juga mengungkapkan SIG akan memangkas jumlah anak perusahaan dari 40 menjadi sekitar 11 perusahaan melalui program penyederhanaan operasi atau streamlining. Penutupan, penggabungan, dan divestasi anak perusahaan yang tidak kompetitif ini ditegaskan akan dijalankan secara transparan dengan tetap memperhatikan kepentingan karyawan yang terdampak.
"Program streamlining ini mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesional, transparan, serta memperhatikan kepentingan seluruh karyawan yang terdampak. Saya memohon dukungan seluruh jajaran manajemen, karyawan, Serikat Pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses ini dapat berjalan dengan baik," ujar Indrieffouny.
Indrieffouny menegaskan perusahaan harus menjalankan tiga strategi utama yakni Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative untuk bertahan di tengah persaingan. Diversifikasi produk melampaui semen konvensional menjadi keharusan agar perusahaan tidak lagi bergantung pada satu lini bisnis yang sedang tertekan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan momentum 68 tahun nasionalisasi menjadi pengingat bahwa anak bangsa mampu mempertahankan aset strategis yang telah diambil alih dari Belanda. Ia menyebut semangat nasionalisasi harus menjadi energi menghadapi tekanan industri semen saat ini.
"Makna peringatan ini adalah bagaimana kita terus bertransformasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa industri semen saat ini berada dalam tekanan. Namun, dengan kebersamaan, insyaallah kita mampu bangkit," ujar Win.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....