Inflasi Tahunan Sumbar Capai 4,70 Persen, Kenaikan BBM Non Subsidi Jadi Pemicu
- 01 Jul 2026 14:53 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juni 2026 mencapai 4,70 persen. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan inflasi di Sumbar.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan angka inflasi tahunan tersebut berada jauh di atas target nasional. “Penyumbang utama dari melesatnya angka inflasi pada Juni 2026 ini didorong oleh dua kelompok pengeluaran utama, yakni kelompok transportasi serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Secara y-on-y, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, di mana kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum, yaitu sebesar 2,54 persen,” kata Hasan, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut Hasan, kenaikan harga BBM pada kelompok transportasi memberikan tekanan besar terhadap inflasi daerah. Selain harga bensin, kenaikan tarif angkutan udara juga menjadi faktor yang memperkuat laju inflasi selama Juni 2026.
Ia menjelaskan inflasi komoditas bensin dipicu oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi di pasar domestik. Harga Pertamax dan Pertamax Turbo yang disesuaikan pada 10 Juni 2026 masing-masing menjadi Rp17.000 dan Rp21.650 per liter, sehingga memberikan andil sebesar 0,14 persen terhadap inflasi umum Sumbar.
Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten dan kota yang menjadi cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami inflasi secara month to month (m-to-m). “Pada Juni 2026, seluruh kabupaten/kota IHK di Sumatera Barat mengalami inflasi secara m-to-m. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 1,01 persen, diikuti Kabupaten Dharmasraya 0,61 persen, Kota Padang 0,36 persen, dan Kota Bukittinggi 0,35 persen,” ujar Hasan.
Selain komoditas energi, cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dari kelompok pangan. “Harga cabai merah yang kembali tidak stabil di pasaran memberikan andil inflasi bulanan yang sama besarnya dengan bensin, yakni sebesar 0,14 persen,” katanya.
Sementara itu, secara tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di Sumbar. Kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 7,76 persen dengan andil kumulatif mencapai 2,54 persen terhadap inflasi umum daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....