Ekonomi Syariah Dinilai Jadi Peluang Besar Pertumbuhan Sumbar
- 25 Mei 2026 10:08 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mendorong ekonomi syariah menjadi penggerak baru pertumbuhan daerah di tengah penguatan sektor ekonomi halal nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi dan berbasis budaya lokal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat menghadiri kegiatan DAUN Syariah Festival bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital” di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026.
Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki modal sosial dan budaya yang kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dinilai selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang berkembang di tengah masyarakat.
“Sumbar punya modal kuat menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang perlu kita optimalkan ke depan,” kata Mahyeldi.
Ia menjelaskan, sektor riil berbasis halal seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif kini terus berkembang di Sumbar. Kondisi tersebut menunjukkan ekonomi syariah telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Meski demikian, Mahyeldi mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Selain itu, integrasi antara industri halal dan sektor keuangan syariah juga dinilai belum berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, M. Abdul Majid Ikram mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah kini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sumbar tetap positif dengan capaian 5,02 persen dan optimistis penguatan ekosistem ekonomi syariah akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....