Unand dan Bank Mandiri Taspen Perkuat Hilirisasi Riset Kampus

  • 28 Agt 2026 03:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menjalin kerja sama dengan PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kampus Limau Manis, Padang, Kamis, 27 Agustus 2026. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga hilirisasi hasil riset agar memberikan manfaat yang lebih luas.

Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi mengatakan kemitraan dengan industri dibutuhkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dapat membantu membawa hasil penelitian dari lingkungan akademik menuju penerapan yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.

“Bank Mantap memiliki bisnis yang berkorelasi langsung dengan core business UNAND, yaitu menghasilkan lulusan dengan sumber daya manusia unggul dan riset inovatif. Unand menghasilkan lebih dari 1.400 proyek riset dan sekitar 3.000 publikasi ilmiah setiap tahun, namun kurang dari satu persen hasil riset yang berhasil masuk ke pasar," ucapnya.

Bagi Efa, kondisi tersebut menjadi alasan Unand terus memperluas kolaborasi dengan sektor industri. Dukungan mitra diperlukan, agar penelitian tidak berhenti sebagai publikasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk atau inovasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Selain hilirisasi riset, kerja sama Unand dan Bank Mantap yaitu pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, CSR, serta peluang campus hiring bagi talenta terbaik Unand. Ia menargetkan kesepakatan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program konkret yang memberi manfaat bagi sivitas akademika sekaligus masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Mahrauza Purnaditya menyebutkan kerja sama tersebut dan melihat peluang kolaborasi yang cukup luas. Lantaran Bank Mantap tidak hanya menyasar nasabah pensiunan, tetapi juga keluarga serta usaha yang berkembang di lingkungan pensiunan.

“Bank Mantap tidak hanya mengurus pensiunan, tetapi juga ekosistemnya seperti anak, cucu, dan usaha para pensiunan. Kami ingin menghidupkan silver economy yang potensinya mencapai sekitar 27 juta jiwa,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....