Merdeka Finansial Dimulai dari Cara Mengatur Uang
- 23 Agt 2026 06:45 WIB
- Padang
RRI.CO. ID, Padang – Merdeka secara finansial dalam keluarga tidak selalu berarti memiliki banyak uang, investasi di berbagai tempat, maupun terbebas dari utang. Kemampuan mengelola pemasukan dan pengeluaran secara bijak menjadi salah satu indikator penting seseorang telah mencapai kemerdekaan finansial.
Praktisi dan Akademisi di Bidang Manajemen Keuangan, Laynita Sari mengatakan, kemerdekaan finansial lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang mengatur uang sesuai kebutuhan dan tujuan hidup. Menurutnya, memiliki banyak uang belum tentu membuat seseorang dapat dikategorikan merdeka secara finansial jika belum mampu mengelolanya dengan baik. “Jadi merdeka finansial itu lebih kepada bagaimana seseorang bisa mengelola uang, membelanjakannya sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan, sehingga bisa mencapai tujuan,” ujar Laynita.
Ia menjelaskan, mandiri secara finansial juga dapat dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Kondisi tersebut menjadi penting ketika seseorang tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau tidak lagi memiliki sumber pemasukan tetap. “Kalau tiba-tiba seseorang berhenti dari pekerjaan dan tidak ada lagi pemasukan, lalu seperti apa mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya? Ini yang perlu dipersiapkan,” katanya.
Untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat, Laynita menyarankan setiap orang melakukan pemeriksaan atau financial check secara rutin. Pencatatan perlu dilakukan terhadap seluruh pemasukan dan pengeluaran, baik yang bersifat rutin maupun tidak rutin.
Menurutnya, kondisi keuangan juga perlu dievaluasi secara berkala, termasuk menentukan pengeluaran yang harus diprioritaskan dan mana yang dapat dikurangi. Evaluasi tersebut dapat dilakukan setiap hari dan ditinjau kembali setiap pekan agar pengelolaan keuangan lebih terarah.
Selain mencatat pemasukan dan pengeluaran, Laynita mengingatkan pentingnya menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan mendesak. Dana tersebut antara lain dapat digunakan ketika terjadi kondisi tidak terduga, seperti anggota keluarga yang sakit atau kehilangan sumber penghasilan.
Ia menyarankan dana darurat dialokasikan sejak awal bulan, bukan mengandalkan uang yang tersisa pada akhir bulan. “Minimal dana darurat yang dimiliki itu tiga sampai enam kali dari total pengeluaran,” ujarnya.
Untuk mempermudah pengelolaan keuangan keluarga, Laynita menyarankan masyarakat membagi uang ke dalam tiga pos utama. Ketiga pos tersebut meliputi kebutuhan wajib, dana darurat, dan tabungan yang disiapkan untuk mencapai tujuan keuangan di masa mendatang.
Dengan pembagian tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus meningkatkan jumlah pendapatan, tetapi juga mampu mengatur setiap rupiah yang dimiliki. Pengelolaan keuangan yang disiplin dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kemandirian dan mencapai kemerdekaan finansial dalam keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....