Pemkab Pasbar Salurkan Santunan Kemensos Rp45 Juta untuk Tiga Ahli Waris

  • 12 Agt 2026 05:49 WIB
  •  Padang

RRI. CO.ID, Padang - Dinas Sosial Pasaman Barat (Pasbar) menyalurkan santunan ahli waris dari Kementerian Sosial RI kepada keluarga korban bencana. Bantuan senilai total Rp45 juta tersebut diberikan kepada tiga ahli waris, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp15 juta.

Penyerahan santunan dilakukan Bupati Pasbar, Yulianto kepada dua penerima, yakni Agustinah selaku orang tua korban Mezi Ardi dan Mayci Novita Roza selaku anak korban Dewi Hayati, di Kantor Bupati Pasbar, Senin, 10 Agustus 2026. Sebelumnya, santunan kepada ahli waris Gusmila Sari, orang tua korban Zunior Azriel Ramadhan, telah diserahkan Wakil Bupati Pasbar, M. Ihpan, Jumat, 31 Juli 2026.

Bupati Pasbar, Yulianto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka. Santunan ini juga menjadi bentuk kepedulian serta kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.

“Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap dampak bencana, termasuk korban meninggal dunia dan kerusakan rumah, sebagai dasar dalam penanganan serta penyaluran bantuan," ucapnya.

Doddy menyampaikan prinsip pemerintah daerah tentu selalu memperhatikan kejadian-kejadian yang tidak terduga, termasuk bencana banjir yang terjadi kemarin. Semuanya sudah kita data, baik korban meninggal maupun rumah yang mengalami kerusakan.

Selain memberikan bantuan kepada keluarga korban kata Doddy, Pemkab Pasbar juga mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana. Perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak dilakukan melalui sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, termasuk dukungan Satgas yang turun langsung ke lapangan.

"Pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana melalui koordinasi lintas pemerintahan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi kawasan yang rawan longsor, karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....