Triwulan I-2026, Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Solid

  • 25 Mei 2026 13:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat (Sumbar) tetap tumbuh solid dan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah, sejalan dengan pertumbuhan PDRB triwulan I-2026 sebesar 5,02 persen secara year on year (yoy). Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sumbar, Roni Nazra menyebut total aset perbankan pada Maret 2026 mencapai Rp86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Total penyaluran kredit atau pembiayaan mencapai Rp75,50 triliun atau tumbuh 2,98 persen secara year on year. Kemudian total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp62,92 triliun atau tumbuh sebesar 9,24 persen (yoy).

“Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,78 persen. NPL terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,51 persen,” ucapnya di Padang, Senin, 25 Mei 2026.

Selain itu, penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp30,87 triliun atau setara 40,89 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan di Sumbar. Namun, nilai tersebut mengalami kontraksi sebesar 2,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, pertumbuhan industri keuangan nonbank, khususnya perusahaan pembiayaan posisi Maret 2026 tumbuh secara positif. Secara keseluruhan, pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp5,96 triliun atau tumbuh 6,26 persen (yoy). “Risiko pembiayaan NPF tercatat sebesar 2,37 persen atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya,” ucap Roni.

Pertumbuhan Perusahaan Dana Pensiun, pada posisi Maret 2026 menunjukkan kinerja positif, dengan total aset sebesar Rp2,79 triliun atau tumbuh 8,78 persen (yoy). Jumlah peserta dana pensiun sebanyak 4.769 peserta, atau terkontraksi 0,17 persen (yoy).

Pertumbuhan Perusahaan Modal Ventura, pada posisi Maret 2026 masih relatif terjaga, dengan penyertaan modal sebesar Rp50,78 miliar. Namun mengalami kontraksi 7,54 persen (yoy), atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumbar pada posisi Maret 2026 cukup baik, dengan total aset sebesar Rp443,03 miliar. Angka itu tumbuh 0,84 persen (yoy), atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Lembaga Keuangan Mikro posisi Maret 2026 juga menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset adalah sebesar Rp6,98 miliar atau tumbuh 2,19 persen (yoy). Penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,68 miliar atau tumbuh 10,54 persen (yoy) dengan jumlah debitur eksisting 964 debitur, atau tumbuh 25,85 persen (yoy).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....