KPPN Solok Rilis Kinerja APBN Triwulan I 2026, Realisasi Belanja Lampaui Target

  • 30 Apr 2026 20:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solok menyelenggarakan Press Release APBN Periode Triwulan I 2026 secara daring, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini memaparkan capaian kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026 dari sisi belanja maupun penerimaan negara.

Kepala KPPN Solok, Ikasari Heniyatun, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa realisasi belanja negara hingga 31 Maret 2026 telah mencapai 35,73 persen dari total pagu, atau sebesar Rp937,70 miliar dari total pagu Rp2.624,12 miliar. Capaian tersebut dinilai telah melampaui target Triwulan I 2026.

“Jika dilihat secara lebih rinci, realisasi belanja kementerian/lembaga tercatat sebesar Rp101,55 miliar atau 23,26 persen dari total pagu. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp836,15 miliar atau 38,22 persen dari pagu yang ditetapkan,” katanya.

Ikasari juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional dan APBN tetap berada dalam posisi yang kuat di tengah dinamika global. Pengelolaan fiskal yang disiplin serta reformasi birokrasi menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi.

“Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan sektor riil. Hal dimaksudkan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi penerimaan negara, Kepala Seksi Pengolah Data dan Informasi KPP Pratama Solok, Rahadyan Widya Pratistha, menyampaikan bahwa penerimaan dalam negeri di wilayah kerja KPP Pratama Solok tumbuh positif sebesar 18,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun secara nasional, penerimaan pajak dalam negeri tercatat mengalami penurunan sebesar -12,45 persen.

“Dari total target penerimaan tahun 2026 sebesar Rp738,21 miliar, hingga Triwulan I telah terealisasi sebesar Rp44,38 miliar atau 6,01 persen. Kontribusi terbesar berasal dari penerimaan PPh Non Migas sebesar Rp28,90 miliar, sedangkan kontribusi terendah dari kelompok PPN dan PPnBM sebesar Rp32,35 miliar,” katanya.

Rahadyan juga melaporkan capaian kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh tahun 2026 per 31 Maret 2026. Untuk Wajib Pajak Badan, realisasi mencapai 24,06 persen atau 382 SPT dari target 1.588 SPT.

“Sementara Wajib Pajak Orang Pribadi mencapai 86,72 persen atau 23.230 SPT dari target 26.786 SPT. Kami berharap, kinerja penerimaan pajak ke depan dapat terus meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....