Intervensi Pangan dan Penurunan Harga Emas Maret 2026 Tahan Inflasi Sumbar
- 01 Apr 2026 23:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, inflasi di daerah ini pada Maret 2026 sebesar 0,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Rabu, 1 April 2026. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, intervensi program pangan pemerintah pada periode Ramadan dan Lebaran 2026 berperan menekan Indeks Harga Konsumen (IHK) ditengah tingginya pola konsumsi masyarakat.
“Namun ada tiga dari sebelas kelompok komoditas yang menjadi perhatian utama, karena menjadi pemicu inflasi, yakni makanan, minuman dan tembakau, transportasi dan perawatan pribadi. Ketiga komoditas ini berandil terhadap inflasi bulanan dengan komoditas utama makanan seperti daging ayam ras,” kata Nurul.
Jika rinci, Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebagai pemicu, mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan andil sebesar 0,06 persen. Sementara itu, kelompok transportasi dengan komoditas utama bensin, juga mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dan berandil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,05 persen.
“Namun upaya intervensi program pangan seperti pasar murah oleh Bank Indonesia dan Bulog berhasil menekan harga komoditas yang diatur pemerintah, seperti beras, telur hingga minyak goreng. Namun, perlu dilihat periode mudik dan balik lebaran juga meningkatkan konsumsi belanja bensin sehingga tarif transportasi antar kota mengalami kenaikan harga,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya permintaan dan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas. “Ini juga terjadi ditengah penyesuaian harga bahan bakar minyak non-subsidi oleh pemerintah,”katanya.
Nurul mengungkapkan, fenomena penurunan harga emas pasca 30 bulan inflasi berandil menekan laju inflasi pada Maret 2026. “Penurunan harga emas global pada Maret 2026 turut menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi di dalam negeri. Ini terjadi di tengah tekanan kenaikan harga pangan dan mobilitas tinggi selama Ramadan dan Lebaran,” kata Nurul.
Selain itu, komoditas lainnya seperti cabai merah, tomat, diskon tarif angkutan udara dan bawang merah berperan sebagai penahan inflasi. Komoditas emas perhiasan seperti gelang, kalung dan sebagainya mengalami deflasi sebesar 4,46 persen, dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,12 persen.
“Fenomena ini menjadi pembalikan tren setelah emas sebelumnya mengalami inflasi selama sekitar 30 bulan berturut-turut. Faktor ini menjadi penghambat laju inflasi di Sumbar pada Maret 2026 ” kata Nurul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....