Realisasi Belanja APBN di Solok Raya pada Februari 2026 Capai 24,27 Persen

  • 01 Apr 2026 09:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solok merilis serapan anggaran negara di awal tahun 2026 di Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan menunjukkan tren yang cukup positif. Hal ini tercermin dari realisasi belanja APBN yang telah mencapai lebih dari 24 persen hingga Februari 2026.

Kepala KPPN Solok, Ikasari Heniyatun, menyampaikan realisasi belanja negara hingga Februari 2026 mencapai 24,27 persen. Nilai tersebut setara Rp631,07 miliar dari total pagu sebesar Rp2.600,44 miliar.

Capaian ini menunjukkan pelaksanaan anggaran pada awal tahun berjalan cukup baik. Realisasi tersebut juga mencerminkan percepatan belanja untuk mendukung program pemerintah.

“Belanja kementerian dan lembaga terealisasi sebesar Rp43,05 miliar atau 10,4 persen dari pagu. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah mencapai Rp588,01 miliar atau 24,27 persen,” kata Ikasari Heniyatun, Selasa, 31 Maret 2026.

Ikasari menyampaikan, tingginya penyaluran Transfer ke Daerah menunjukkan komitmen pemerintah menjaga likuiditas daerah. Hal ini penting untuk mendukung pelaksanaan program prioritas dan pelayanan publik.

“Selain itu, sejumlah program strategis pemerintah di Sumatera Barat juga menunjukkan progres positif. Di antaranya program makanan bergizi gratis dengan 369 satuan pelayanan dan hampir satu juta penerima manfaat,” ujarnya.

Ikasari merinci, program lainnya meliputi pembiayaan perumahan yang telah tersalurkan Rp54,12 miliar, pembentukan 1.265 koperasi desa, serta pengembangan energi baru terbarukan dengan kapasitas 390 megawatt.

Tak hanya itu, revitalisasi 302 sekolah, pembentukan sekolah rakyat, hingga ketahanan pangan yang mencapai 116 ribu ton juga menjadi capaian penting. Seluruh program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kegiatan ini, KPPN Solok berharap seluruh satuan kerja semakin memperkuat kolaborasi. Pengelolaan keuangan negara yang efisien, efektif, dan akuntabel menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....