Unand Gelar FGD Reaktivasi Jalur KA Kayutanam-Padang Panjang
- 18 Feb 2026 19:46 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas reaktivasi jalur kereta api Kayu Tanam–Padang Panjang di Ruang Rapat Senat Rektorat Kampus Limau Manis, Kota Padang, Rabu, 18 Februari 2026. Forum ini menjadi wadah diskusi strategis untuk menghidupkan kembali jalur nonaktif di Sumatera Barat.
Kegiatan ini menghadirkan Managing Director of Commercial and Business Development PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rafli Yandra, serta Guru Besar Teknik Sipil Unand, Prof. Febrin Anas Ismail. Diskusi dipandu Ketua Pusat Studi Transportasi Unand, Ir. Yosritzal dan diikuti beberapa pemangku kepentingan daerah.
Selain itu, Perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Bappeda serta DPRD Provinsi Sumatera Barat juga turut hadir dalam FGD tersebut. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting untuk menyatukan persepsi dalam pengembangan transportasi perkeretaapian.
Rafli Yandra mengatakan, Sumatera Barat memiliki jaringan rel yang cukup kompleks sebagai warisan kolonial Belanda dan Jepang. Namun, perubahan dinamika ekonomi dan kebijakan membuat sebagian jalur kini tidak lagi beroperasi.
Menurutnya, jalur yang tidak aktif menjadi tantangan yang membutuhkan komitmen bersama untuk di reaktivasi. "Pembaruan sistem transportasi kereta api dinilai penting agar mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan," ucapnya.
Disamping itu, Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi menyampaikan reaktivasi jalur Kayu Tanam-Padang Panjang berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meskipun belum tentu menguntungkan dalam jangka pendek, proyek ini membutuhkan dukungan pemerintah termasuk skema subsidi.
Sementara itu, Guru Besar Teknik Unand, Prof. Febrin Anas Ismail menyampaikan perlunya penyusunan strategi komprehensif dan studi kelayakan yang matang. Perguruan tinggi, siap berperan menyusun peta jalan dan timeline agar reaktivasi berjalan terarah serta berdampak pada sektor pariwisata dan logistik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....