Kinerja Jasa Keuangan Sumbar 2025 Dorong Ekonomi Daerah
- 09 Feb 2026 13:41 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat (Sumbar) menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Kepala OJK Provinsi Sumbar, Roni Nazra mengatakan, industri keuangan daerah dinilai mampu menjadi penopang ekonomi di tengah pertumbuhan PDRB triwulan IV-2025 sebesar 1,69 persen secara tahunan.
“Kinerja positif ini mencerminkan prospek pembangunan yang berkelanjutan di Sumbar,” ucap Roni Nazra, Sabtu (7/2/2026). Menurutnya, stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sisi perbankan, total aset tercatat mencapai Rp85,37 triliun atau tumbuh 1,64 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga yang tetap terjaga.
Total kredit atau pembiayaan perbankan di Sumbar mencapai Rp73,86 triliun dengan pertumbuhan 0,68 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp58,98 triliun atau meningkat 5,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbankan syariah tampil menonjol dengan pertumbuhan agresif sepanjang 2025. Aset perbankan syariah mencapai Rp14,36 triliun atau tumbuh 10,58 persen, dengan pembiayaan melonjak hingga 14,27 persen.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) juga mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan aset sebesar 11,35 persen. Sebanyak 71,39 persen penyaluran pembiayaan difokuskan untuk mendukung sektor UMKM di Sumbar.
Di pasar modal, minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat signifikan. Jumlah investor di Sumbar melonjak 48,68 persen menjadi 291.030 orang berdasarkan Single Investor Identification (SID).
Mayoritas investor didominasi produk reksa dana dengan jumlah 275.780 investor. Investor saham tercatat tumbuh 33,84 persen, sementara peminat Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 19,13 persen.
Dari sisi pembiayaan digital, outstanding pinjaman fintech lending mencapai Rp1,57 triliun atau tumbuh 20,69 persen. Tingkat risiko kredit macet (TWP90) justru menurun ke 1,88 persen dengan total 408.031 rekening peminjam aktif.
OJK Sumbar juga aktif melakukan edukasi dan perlindungan konsumen melalui 87 kegiatan sepanjang 2025. Selain itu, tercatat 640 pengaduan masyarakat dengan isu utama terkait debt collector, penipuan, restrukturisasi kredit, dan permasalahan SLIK, sementara rasio NPL perbankan tetap terjaga di level aman 2,67 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....