Pinjaman Daring Tumbuh Baik di Sumbar

  • 19 Nov 2025 11:18 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Pertumbuhan Industri Keuangan Non-Bank, khususnya perusahaan pembiayaan di Sumatera Barat (Sumbar) pada September 2025 tumbuh cukup baik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar mencatatkan, total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp5,57 triliun atau tumbuh 2,69 persen dari tahun ke tahun (yoy). Sementara risiko pembiayaan atau Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,94 persen atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra mengatakan, pada sektor pembiayaan non-bank, Fintech lending atau pinjaman daring masih terus mencatatkan tren positif. Jumlah pemberi pinjaman di Sumbar kini mencapai 8.826 rekening, sementara peminjam aktif tercatat sebanyak 408.167 rekening.

Pada posisi Agustus 2025, outstanding pembiayaan sebesar Rp1,46 triliun atau tumbuh signifikan 56,97 persen (yoy). Risiko pinjaman masih terjaga dengan rasio kredit macet atau gagal bayar pinjaman yang terjadi lebih dari 90 hari setelah tanggal jatuh tempo (TWP90) sebesar 2,14 persen atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

“Ini catatan pembiayaan dari pinjaman daring legal, bukan ilegal atau pinjol. Kalau melihat angka pertumbuhannya, artinya masyarakat butuh pinjaman daring ini. Mungkin karena peminjamannya lebih mudah, persyaratan mudah dan tidak berbelit-belit, bisa kapan dan dimana saja,” ucapnya di Padang, Rabu (19/11/2025).

Akan tetapi, Roni Nazra mengingatkan masyarakat yang tercatat sebagai peminjam agar memahami hak kewajiban dalam sekma pembiayaan pinjaman daring. Mengingat, dibalik kemudahan mendapat pinjaman daring ada bunga yang lebih tinggi. Kemudian risiko pembayaran lebih besar jika menunggak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....