Peningkatan Ekspor Sawit Dongkrak Pendapatan Negara di Sumbar

  • 07 Nov 2025 19:44 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Pendapatan negara di Sumatera Barat (Sumbar) melesat tajam hingga triwulan ketiga tahun 2025, menembus Rp5,99 triliun. Kenaikan 15,52 persen dari tahun sebelumnya ini menunjukkan geliat ekonomi daerah yang kuat, terutama dari sektor ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Dari total pendapatan tersebut, pajak menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp4,45 triliun atau naik 17,17 persen. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat Rp1,54 triliun, tumbuh 11,02 persen dibanding tahun lalu. Salah satu faktor pendorong utama adalah lonjakan pendapatan pajak perdagangan internasional, khususnya dari bea keluar atau pungutan ekspor.

Perwakilan Bea dan Cukai Teluk Bayur, Hendro, menyebutkan penerimaan bea dan cukai sejak Januari hingga September 2025 telah mencapai Rp1,6 triliun, atau melampaui target tahunan hingga 403 persen. “Penerimaan bea keluar naik lebih dari lima kali lipat dibanding tahun lalu, sebagian besar berasal dari ekspor CPO,” ujarnya, di Padang, Jumat (7/11/2025).

Harga referensi CPO periode September 2025 mencapai USD 954,71 per metrik ton, naik 4,81 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh permintaan tinggi dari India, rencana penerapan kebijakan B50 di Indonesia, serta kenaikan harga minyak nabati lain seperti kedelai dan canola akibat kebijakan dagang global.

Sementara itu, data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumbar mencatat nilai ekspor daerah itu pada Januari–Agustus 2025 mencapai USD 1,91 miliar, naik 36,16 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai impor juga meningkat 7,56 persen menjadi USD 350,43 juta. Capaian ini menegaskan bahwa sektor ekspor, terutama sawit, menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumbar di tahun 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....