Nilai Tukar dan Usaha Pertanian Sumbar Kompak Menurun
- 07 Nov 2025 18:56 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan, Nilai Tukar Petani (NTP) hingga Oktober 2025 sebesar 126,37 persen atau turun sebesar 2,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto mengatakan, penurunan NTP Oktober 2025 disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 3,21 persen menjadi 160,18 poin, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami menurun mencapai 0,29 persen menjadi 126,75 poin.
Sugeng menjelaskan, komoditas utama penyebab menurunnya It yakni, coklat biji, bawang merah, Gambir dan kubis. Sementara penyumbang utama penurunan Ib, yakni bawang merah, jengkol, buncis dan terung.
"Kinerja secara subsektor, tercatat tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 0,79 persen, diikuti peternakan naik 0,51 persen dan pembudidaya ikan juga naik sebesar 0,34 persen. Namun, hortikultura, perkebunan rakyat dan nilai tukar nelayan mengalami penurunan,” kata Sugeng Arianto, Senin (3/11/2025).
Sugeng menambahkan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Oktober 2025 tercatat sebesar 131,05 atau menurun sebesar 3,39 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Penurunan NTUP terbesar terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 9,54 persen, lalu diikuti tanaman perkebunan rakyat sebesar 4,58 persen serta nilai tukar usaha nelayan yang turun sebesar 2,02 persen.
“Secara umum perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,45 persen. Namun mayoritas sejumlah komoditas konsumsi rumah tangga perdesaan mengalami kenaikan tipis dan ada yang cenderung stabil. Menunjukkan daya beli atau kesejahteraan petani belum stabil karena biaya hidup dan produksi mereka bertambah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....