Unand Dorong Mahasiswa Lihat Peluang Strategis Samudra Hindia
- 12 Agt 2026 08:22 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menggelar kuliah umum bagi mahasiswa baru dengan menghadirkan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Dr. Santo Darmasumarto, di Auditorium Unand, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperjuangkan Kepentingan Nasional Indonesia di Samudra Hindia melalui IORA”.
Santo Darmasumarto mengajak generasi muda dan sivitas akademika Unand melihat Samudra Hindia sebagai kawasan strategis bagi Indonesia. Ia menilai wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam aspek geopolitik dan perekonomian karena menjadi salah satu jalur perdagangan dunia.
“Sebagai orang yang tinggal di Sumatera Barat, kita seharusnya melihat ke Samudra Hindia karena kawasan ini merupakan jalur perdagangan yang sangat krusial. Karena itu, jangan terus memunggungi Samudra Hindia,” ucapnya.
Santo menjelaskan, Indian Ocean Rim Association (IORA) beranggotakan 23 negara dan Indonesia menjadi salah satu negara pendiri organisasi tersebut. Indonesia saat ini juga dipercaya memimpin Working Group IORA di bidang blue economy atau ekonomi biru.
“Indonesia saat ini menjadi ketua Working Group mengenai blue economy dan ini merupakan peluang besar untuk mengembangkan kerja sama serta penelitian di bidang ekonomi biru. Posisi strategis Indonesia di kawasan Samudra Hindia dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional melalui kerja sama internasional," ujarnya.
Selain itu, Santo juga mendorong Unand meningkatkan peran dalam kerja sama internasional melalui penelitian yang berkaitan dengan isu strategis Samudra Hindia. "Saya mengajak akademisi Unand mengajukan lebih banyak proposal penelitian agar peluang kolaborasi dengan negara-negara anggota IORA semakin terbuka," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam memperkuat diplomasi melalui pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik internasional. “Unand terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di negara-negara IORA melalui pertukaran mahasiswa, credit earning, dan riset kolaborasi internasional,” katanya.
Efa menambahkan pihaknya terus memperkuat internasionalisasi dengan menerima 2.000 pelamar mahasiswa internasional dari 45 negara pada tahun ini dan kurang dari 50 orang dinyatakan diterima. Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu memandang Samudra Hindia bukan sekadar batas geografis, tetapi sebagai ruang strategis untuk pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, inovasi, diplomasi, dan kolaborasi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....