Sitinjau Lauik dan Tol Solusi Biaya Logistik di Gerbang Barat Sumatera

  • 31 Mei 2026 13:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO>ID, Padang - Kelancaran arus barang dari sentra produksi menuju Teluk Bayur merupakan harga mati untuk menjaga momentum tumbuh kembang ekonomi. Intinya, efisiensi tidak akan berarti banyak jika akses menuju pelabuhan masih tersendat.

Hal tersebut mendapatkan sorotan dari Eksportir Sumatera Barat, Ramal Saleh. Kepada RRI di Padang, Sabtu, 30 Mei 2026, Ramal menyampaikan masa depan ekonomi daerah ini kini digantungkan pada satu kata kunci yakni aksesibilitas.

Tanpa konektivitas yang mumpuni menuju gerbang laut, potensi kekayaan alam Sumatera Barat hanya akan menjadi macan kertas yang kalah bersaing karena tingginya biaya logistik,” ujarnya.

Harapan besar kini tertuju pada dua proyek mercusuar yakni, Flyover Sitinjau Lauik dan Jalan Tol Padang-Pekanbaru. Bagi Ramal Saleh dan para eksportir, kedua jalur ini bukan sekadar fasilitas umum, melainkan solusi atas hambatan teknis yang selama ini mencekik margin keuntungan.

Dikatakan pembangunan flyover Sitinjau Lauik akan memangkas risiko kecelakaan dan hambatan tonase di jalur ekstrem yang selama ini menjadi momok bagi truk-truk pengangkut CPO, karet, dan hasil bumi lainnya. Adapun Tol Padang-Pekanbaru akan menjadi jembatan ekonomi yang menyatukan arus barang dari Riau dan pedalaman Sumatera menuju pelabuhan, menjadikan Teluk Bayur sebagai hub utama di Pantai Barat Sumatera.

Akses ke Padang harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Jika jalur Sitinjau sudah lancar dan tol sudah tersambung, Teluk Bayur akan kembali menjadi primadona. Ini bukan hanya soal mengirim barang, tapi soal memastikan produk Sumbar punya harga yang kompetitif di pasar dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....