Teluk Bayur Siap Rebut Ekspor CPO yang Hemat Biaya dan Berstandar Dunia

  • 31 Mei 2026 13:17 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Peta logistik ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia mulai mengalami pergeseran signifikan. Pelabuhan Teluk Bayur kini bersiap menantang dominasi Dumai sebagai gerbang utama ekspor sawit, menawarkan efisiensi biaya yang lebih kompetitif bagi para eksportir. Branch Manager PTP Nonpetikemas Teluk Bayur, Fauzi dalam bincang-bincangnya di Padang dengan RRI , Sabtu, 30 Mei 2026 menyatakan, tren pengiriman CPO kini mulai beralih ke Teluk Bayur.

Alasan utamanya adalah efisiensi logistik yang mampu memangkas waktu dan biaya operasional secara drastis.

“Eksportir jauh lebih hemat lewat Teluk Bayur. Secara teknis, mereka bisa menghemat hingga dua perjalanan kapal dibandingkan rute lain," ujar Fauzi.

Untuk menyambut pergeseran volume besar ini, PTP Nonpetikemas Teluk Bayur telah menyiapkan fasilitas mumpuni di kawasan Gaung yakni 2 titik pemuatan (Loading Point) dan pengoperasian 2 dermaga khusus untuk mempercepat proses bongkar muat dengan negara tujuan CPO yang melalui Teluk Bayur menyasar pasar strategis internasional, mulai dari India, Bangladesh, Pakistan, hingga daratan Eropa.

Fauzi menegaskan, operasional pelabuhan kini bergerak menuju standarisasi layanan global. Hal ini merupakan implementasi dari amanat UU Pelayaran Nomor 66 Tahun 2024.

Sebagai pengelola terminal, PTP Nonpetikemas diwajibkan bersinergi dengan Badan Usaha Bongkar Muat (BUBM) untuk memastikan setiap jenis kargo memiliki standar kinerja yang terukur. Setiap kargo sekarang ada standar kinerjanya. Ini bukan lagi soal kerja manual, tapi soal kepastian layanan dan keamanan yang berstandarisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....