Harga Sawit di Pessel Anjlok hingga Rp700 per Kg

  • 27 Mei 2026 08:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Harga tandan buah segar sawit di Kabupaten Pesisir Selatan terjun bebas dari Rp2.000 menjadi Rp700 per kilogram dalam waktu singkat. Anjloknya harga membuat petani sawit rakyat merugi di tengah biaya produksi yang terus membengkak.

Penurunan tajam itu terjadi sejak akhir pekan terakhir Mei 2026 dan memicu keresahan luas di kalangan petani. Dinas Pertanian Pesisir Selatan menyebut kondisi ini terjadi hampir di seluruh daerah penghasil sawit di Indonesia akibat perubahan kebijakan tata kelola ekspor minyak sawit mentah oleh pemerintah pusat.

Endi, petani sawit di Kecamatan Lengayang, mengaku penurunan harga terjadi secara tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas dari para pengepul. Ia menyebut para pengepul sempat berdalih kelangkaan solar sebagai penyebab tersendatnya operasional pengangkutan.

"Sebelumnya masih Rp2.000 per kilo turun hingga Rp700 per kilogram. Penyebab pastinya tidak jelas, toke menyebut karena kelangkaan solar," ujar Endi, Senin 25 Mei 2026.

Petani lain di Kecamatan Sutera, Linda, mengeluhkan harga yang diterima tidak lagi sebanding dengan biaya perawatan kebun. Ia meminta pemerintah segera bertindak sebelum kerugian petani semakin dalam.

"NPK saja Rp800 ribu per karung, sementara harga sawit cuma Rp700 per kilo. Kami berharap pemerintah segera bertindak. Jangan dibiarkan lama-lama, sementara kebutuhan pokok semuanya mahal," kata Linda.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Yul Afrizal, mengatakan penurunan ini murni dampak kebijakan baru pemerintah pusat. Menurutnya mekanisme ekspor minyak sawit mentah saat ini menjadi satu pintu melalui Danantara.

"Tidak ada pengaruhnya dengan solar, ini murni karena kebijakan tata kelola sawit yang baru. Nantinya ekspor CPO dikelola satu pintu oleh Danantara, kalau sekarang perusahaan masih sendiri-sendiri melakukan penjualan ke luar," kata Yul.

Yul memastikan mekanisme jual beli di tingkat petani tidak akan berubah, petani tetap menjual hasil panen ke perusahaan, perusahaan mengolah menjadi minyak sawit mentah, lalu minyak sawit mentah dijual ke Danantara untuk ekspor. Kondisi saat ini disebutnya masih dalam tahap penyesuaian yang bersifat sementara.

"Dewan Akasindo pusat menyampaikan kondisi ini hanya sementara. Dalam waktu dekat harga diperkirakan akan kembali stabil bahkan bisa lebih tinggi dari harga biasanya," ujar Yul.

Sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Pesisir Selatan yang menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga petani swadaya. Fluktuasi harga yang ekstrem dalam waktu singkat kerap memukul petani kecil yang tidak memiliki cadangan modal untuk menanggung kerugian jangka pendek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....