Pedagang Bunga Artificial di Sumbar Keluhkan Penurunan Omzet
- 30 Mar 2026 15:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pedagang bunga artificial (bunga sintetis) di Sumatera Barat pada lebaran tahun ini mengeluhkan penurunan omzet. Kondisi tersebut menyisakan tumpukan stok yang tidak terjual di sudut-sudut toko.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, bunga hias menjadi pelengkap wajib ruang tamu warga Minang. Tahun ini kelesuan ekonomi akibat dampak beruntun bencana banjir bandang memukul daya beli masyarakat, sebagaimana diungkapkan Dinda, pedagang bunga artificial di Pasar Raya Padang.
Kepada RRI, Minggu, 29 Maret 2026, Dinda menyatakan penurunan omzet berkemungkinan dipicu dampak bencana di penghukung November 2025. Sebagian besar warga lebih memilih mengalokasikan dana THR untuk perbaikan rumah yang terdampak bencana atau sekadar memenuhi kebutuhan pangan yang harganya terus melonjak.
“Kondisi ini menciptakan kontras yang tajam. Jika tahun lalu rak-rak pajangan kosong melompong sebelum hari H, kini tangkai - tangkai bunga kain dan plastik masih terbungkus rapi di dalam dus, gagal berpindah tangan ke rumah-rumah warga,” ujar Dinda.
Syahrul (48), seorang pemilik toko bunga dekorasi yang telah berjualan selama lebih dari sepuluh tahun di Bukittinggi juga mengungkapkan rasa kecewanya.
"Lebaran kali ini rasanya paling berat. Biasanya H plus 3 saya sudah harus pesan stok tambahan, sekarang stok awal saja masih utuh 70 persen," ujarnya. "Orang-orang yang datang cuma tanya harga, lalu pergi. Kami paham, saudara-saudara kita di wilayah terdampak banjir bandang lebih butuh semen dan beras daripada bunga plastik. Tapi bagi kami pedagang, ini adalah pukulan telak untuk modal usaha ke depan.”
Sementara itu pengamat ekonomi lokal menilai lesunya bisnis pernak-pernik lebaran, termasuk bunga hias, merupakan sinyal kuat masyarakat Sumbar sedang dalam fase penghematan ekstrem.
Kini, para pedagang hanya bisa pasrah melakukan pengobralan harga besar-besaran (cuci gudang) untuk memutar kembali modal yang tertanam. Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, bunga-bunga ekonomi di Sumatera Barat tampaknya masih butuh waktu lama untuk bisa kembali mekar dengan indah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....