Ketegangan di Timur Tengah Berpotensi Turunkan Permintaan Ekspor Sumbar
- 06 Mar 2026 14:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini berpotensi berdampak pada aktivitas ekspor dari Sumatera Barat (Sumbar), khususnya ke sejumlah negara di kawasan Asia Selatan. Pemprov Sumbar mulai mewaspadai kemungkinan penurunan permintaan ekspor akibat situasi tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Novrial, Jumat, 6 Maret 2026 mengatakan, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah tentu berdampak kepada negara tujuan ekspor Sumbar seperti Pakistan, India dan Bangladesh. Dampak yang dikhawatirkan yakni mempengaruhi kelancaran distribusi barang.
"Meski demikian hingga saat ini dampak langsung belum terlihat. Namun ia menduga akan terjadi penurunan permintaan dari negara-negara tersebut karena para importir kemungkinan mengambil langkah antisipasi terhadap risiko pengiriman dan keamanan logistik," kata Novrial.
Novrial menjelaskan, adapun komoditas yang diekspor Sumbar ke wilayah tersebut di antaranya minyak kelapa sawit mentah atau CPO serta berbagai hasil perkebunan lainnya. Berdasar laporan ekspor Januari 2026 nilai ekspor Sumbar telah mengalami penurunan sebesar 18,22 persen dibandingkan nilai ekspor pada Desember 2025.
"Untuk mengantisipasi potensi penurunan ekspor, pemerintah provinsi berupaya berkoordinasi dengan kedutaan besar negara tujuan serta lembaga promosi perdagangan Indonesia di luar negeri. Upaya dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang dari Sumbar tetap terjaga serta mendorong importir mencari solusi logistik agar aktivitas ekspor tetap berjalan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....