Karantina Sumbar Lepas Ekspor 25 Ton Kayu Manis

  • 26 Nov 2025 21:17 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, secara resmi melepas ekspor sebanyak 25 ton kulit kayu manis dengan nilai ekspor mencapai Rp1,3 miliar ke Amerika Serikat, Rabu (26/11/2025). Sahat M. Panggabean mengatakan, pelepasan ekspor komoditas unggulan daerah tersebut menandai pencapaian signifikan perekonomian daerah dan memperkuat posisi Sumatera Barat di kancah perdagangan global.

Sahat menyampaikan, bahwa melalui hilirisasi dan pengolahan, selain bahan mentah, Indonesia juga dapat mengekspor produk bernilai tambah tinggi seperti kulit kayu manis. Sahat juga menghimbau bagi eksportir untuk melakukan sertifikasi kesehatan di daerah asal guna meningkatkan akselerasi ekspor daerah.

"Pelepasan ekspor ini menjadi bukti nyata kemajuan sektor pertanian di Sumatera Barat, sekaligus menjadi salah satu kontribusi besar daerah dalam mendukung perekonomian nasional. Petugas di Karantina Sumatera Barat akan siap sedia membantu penjaminan kesehatannya," kata Sahat.

Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan oleh petugas di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat (Karantina Sumbar). Setelah dinyatakan sehat, kulit kayu manis produksi PT STS tersebut selanjutnya akan dikirimkan menuju ke Amerika Serikat. Pencapaian ekspor kulit kayu manis ini merupakan bagian dari kinerja ekspor yang solid sepanjang periode Januari hingga November 2025. Secara kumulatif, Karantina Sumatera Barat telah mencatat nilai ekspor komoditas pertanian dan perikanan sebesar Rp3,2 triliun.

Sementara itu, Kepala Karantina Sumbar, RM Ende Dezeanto mengatakan, peran Karantina tidak hanya sebagai pengawas, namun juga sebagai fasilitator yang memastikan seluruh komoditas ekspor memenuhi standar kesehatan, mutu, dan keamanan pangan yang ditetapkan oleh negara tujuan. Selain itu, Karantina memiliki peran sebagai economic tools guna memperlancar penerimaan komoditas hewan, ikan dan tumbuhan di pasar global.

Disamping itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy mengatakan, kehadiran pimpinan tingkat nasional dan daerah ini mencerminkan komitmen dan sinergi kuat pemerintah dalam mendorong daya saing produk lokal di pasar internasional. "Perlu ditonjolkan komoditas kulit kayu manis berasal dari Sumatera Barat dan merupakan produk yang mendunia. Melalui sinergi dari pemerintah dan instansi terkait, kami berkomitmen meningkatkan ekspor produk rempah asal Sumatera Barat," ujarnya.

Sebagai informasi, lima komoditas dengan nilai ekspor tertinggi pada sektor pertanian meliputi cangkang sawit sebanyak 554.000 ton, RBD palm oil sebanyak 42.000 ton, karet lempengan sebanyak 26.000 ton, RBD palm stearin sebanyak 22.000 ton dan kulit kayu manis sebanyak 5.900 ton. Komoditas tersebut diekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura dan Thailand. Kemudian pada sektor perikanan juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan komoditas unggulan seperti frozen tuna 237.000 ekor, 155.000 ekor ikan hias laut, 128.000 ekor ikan garing, 2.385 ekor ikan betutu dan 56 ekor ikan hias air tawar yang di ekspor ke China, Amerika, Jepang, Malaysia dan Thailand.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....