Investor Lirik Pabrik Sawit Baru di Pesisir Selatan

  • 27 Okt 2025 16:15 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Pengusahaan pertanian sawit Sumber Global Agro bersama Mitek Global Asia berencana akan menanamkan investasi sebesar Rp243 Miliar untuk membangun pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Pesisir Selatan. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyampaikan, proyek strategis ini diyakini akan menjadi penggerak ekonomi baru di Pesisir Selatan, sekaligus membuka peluang kerja bagi ribuan masyarakat lokal.

“Kami akan memberikan dukungan penuh untuk kelancaran proses pembangunan pabrik tersebut. Dengan hadirnya investor diyakini berdampak langsung kepada kesejateraan perekonomian Pesisir Selatan,” kata Hendrajoni, Senin, (27/10/2025).

Menurut Hendrajoni, investasi besar merupakan bagian dari langkah nyata untuk mewujudkan program Nagari Sejahtera. Komitmen tersebut berfokus pada pertumbuhan ekonomi berbasis investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Kami akan mengawal proses investasi dan memastikan setiap investor diberi kemudahan untuk berusaha di sini. Kalau pabrik berdiri, tentu tenaga kerja bertambah. Kami akan prioritaskan anak-anak nagari yang ingin bekerja di sini,” ujarnya.

Hendrajoni menambahkan, proyek pembangunan pabrik kelapa sawit tersebut akan semakin terbantu dengan kehadiran Pelabuhan Panasahan di Painan, yang ditargetkan selesai pada tahun 2026 mendatang. “Kalau pelabuhan Panasahan nanti selesai, tentu aktivitas industri seperti pabrik kelapa sawit ini akan semakin efisien. Hasil produksi bisa langsung dikirim melalui pelabuhan. Ini akan mempercepat perputaran ekonomi di Pesisir Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sumber Global Agro, Dani Suryadarma menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan pabrik sawit tersebut. “Kami akan membangun pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton per jam, dan setiap harinya akan menyerap sekitar 1.000 ton tandan buah segar (TBS). Nilai investasinya sekitar Rp243 miliar, dengan perputaran dana pembelian TBS mencapai Rp100 miliar per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pabrik pertama akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare, dan ditargetkan untuk tajak awal sebelum Desember 2025 atau Januari mendatang. “Dalam tahap awal, pabrik akan menyerap sekitar 300 tenaga kerja lokal, dan jika perusahaan mengembangkan dua hingga tiga pabrik lagi, jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 1.000 orang dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” kata Dani Suryadarma.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....